Ikuti Arahan Prabowo, Gerindra: Lengserkan Pemerintahan Yang Sah Sama Saja Makar


[PORTAL-ISLAM.ID] Isu untuk melengserkan Jokowi dianggap berlebihan dan tidak beralasan. Sebab, hingga saat ini tidak ada indikasi pelanggaran hukum maupun konstitusi yang dilakukan Jokowi.

“Kami kader Partai Gerindra selalu taat asas dan konstitusi sesuai instruksi dari Ketua Umum kami, Bapak Prabowo Subianto. Kami akan mendukung pemerintahan yang sah yang dipilih rakyat dan dilantik secara konstitusional dan ikut mengamankan jalannya roda pemerintahan untuk kemakmuran dan keadilan rakyat Indonesia,” kata Sekretaris DPC Gerindra Kota Medan, John Sari Haloho kepada Kantor Berita RMOLSumut, Minggu (7/6).

Ia juga berharap agar orang-orang maupun pihak-pihak yang mencoba melengserkan pemerintahan yang sah agar berpikir lebih jernih.

“Ini sama dengan makar, jadi agar menahan diri saja,” tegasnya.

Sebelumnya beberapa pihak menyampaikan seruan agar Presiden Jokowi mengundurkan diri. Hal ini diantaranya diserukan oleh Panglima Serdadu Eks Trimatra Nusantara Ruslan Buton yang akhirnya ditangkap dan dipenjara saat ini.

Selain itu seruan Jokowi mundur juga disampaikan Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM).

“Kami aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) bersikap berlawan dan mendesakkan Jokowi untuk mundur bukan dikarenakan kebencian,” kata Ketua Majelis ProDEM Iwan Sumule, Minggu (7/6/2020).

Dia mengatakan, ada dua faktor mendasar yang melatari sikap ProDEM, yaitu ketidakadilan dan kesewenang-wenangan.

Baginya, kedua hal itu sangat menyedihkan. Ini lantaran usia Indonesia yang sudah tidak lagi muda, yaitu menginjak 75 tahun merdeka.

“Dikarenakan ketidakadilan dan kesewenang-wenangan masih saja marak terjadi di saat usia kemerdekaan bangsa ini memasuki usia 75 tahun. Menyedihkan!” urainya.[]

loading...