Ada Yang Lebih Penting 1000x Daripada Ibukota Baru, 7000x Daripada BPIP, Sejuta X Dari Bayar Buzzer


Ada yang Lebih Penting daripada Ibukota Baru, maupun BPIP, apalagi Bayar Buzzer...

Apa itu?

Pengembangan Logistik!

Seberapa pentingnya pengembangan logistik?
1000x lebih penting dari bangun ibukota baru.
7000x lebih penting dari BPIP.
Sejutax lebih penting dari bayar buzzer.

Dengan sistem logistik yang terintegrasi maka distribusi barang akan jauh lebih efisien dan merata. Sehingga dapat menghindari kelangkaan suatu porduk  di suatu daerah.


Yang harusnya import 1000 bisa berkurang jadi 300. Kok gitu? Karena stok pangan tersebar merata secara proporsional dan berkurangnya 'leak' (kebocoran) akibat kadaluwarsa ataupun waktu pengiriman.

Saat ini data persediaan pangan gak jelas, semua institusi bikin proposal data sukak² aja dan yang bikin kesel semua data tsb mengarah untuk impor!

Kadang Bulog butuh impor tapi Mendag bilang gak; Mentan minta impor kata Bulog stok cukup. Namun bila ditanya bagaimana pengembangan logistiknya jawabnya ngah ngoh.

Selain itu, dengan Pengembangan Logistik, roda perekonomian terutama UMKM dapat berputar lebih cepat karena lebih dapat mencakup wilayah yang lebih luas dengan efisien.

Industri hilir akan berkembang sehingga meningkatkan nilai jual suatu produk dan diikuti dengan meningkatkatnya lapangan pekerjaan.

Pertumbuhan ekonomi tidak lagi semu karena penyebaran yang merata.

Dimana posisi Indonesia?

World Bank bikin scordcard untuk Logistic Performance negara² di dunia, negara tercinta ini selama 10 tahun selalu berada di rank 50 besar, gak nanjak². Dan di Asean berada di urutan ke 5 di bawah Singapore, Malaysia, Vietnam, Thailand.


Yang dinilai dalam scorcard tsb adalah:

1) Efisiensi proses clearance (yaitu, kecepatan, kesederhanaan dan kepastian formalitas) oleh badan pengawas perbatasan, termasuk bea cukai;

2) Kualitas infrastruktur terkait perdagangan dan transportasi (mis., Pelabuhan, jalur kereta api, jalan, teknologi informasi);

3) Kemudahan mengatur pengiriman dengan harga bersaing;

4) Kompetensi dan kualitas layanan logistik (mis., Operator transportasi, broker bea cukai);

5) Kemampuan untuk tracking & tracing kiriman;

6) Ketepatan waktu pengiriman dalam mencapai tujuan dalam waktu pengiriman yang dijadwalkan atau yang diharapkan.

Kendala ini terus menerus dan berulang siapapun yang mimpin negara ini. Tidak ada keseriusan yang nyata dari pemerintah sebagai regulator. Terus aja kondisi seperti ini dipertahankan namun bermimpi menjadi bangsa yang mandiri.

Indonesia baik² saja ?
Kata gw GAK !!! Namun kalo KataKita selalu baik² saja.

End.

(By Uda Nanang)

*fb

loading...