Sri Mulyani: Akibat Corona, Rp 5.000 T Hilang Karena Masyarakat di Rumah Aja; Netizen: Tenang.. Ada 11.000 T di Kantong Jokowi


Sri Mulyani: Akibat Corona, Rp 5.000 T Hilang Karena Masyarakat di Rumah Aja

Pemerintah menilai merosotnya konsumsi rumah tangga selama kuartal I 2020 sebagai efek domino pandemi virus corona. Meskipun COVID-19 ini baru berdampak di awal Maret 2020.

Sri Mulyani menegaskan, dengan adanya kebijakan masyarakat untuk tetap di rumah, maka negara kehilangan lebih dari Rp 5.000 triliun pada konsumsi rumah tangga.

"Orang kalau di rumah cuma makan saja, tidak keluar transport. Kalau tahun lalu kan konsumsi itu Rp 9.000 triliun lebih, Pulau Jawa 55 persen, lebih dari Rp 5.000 triliun. Sekarang kalau Rp 5.000 triliun di rumah, ya tidak akan sampai, makanya presiden bilang fokusnya ke situ," ujar Sri Mulyani saat rapat kerja virtual dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (6/5/2020), seperti dilansir kumparan.

Sebelumnya, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Nathan Kacaribu, mengatakan merosotnya konsumsi rumah tangga disebabkan oleh Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Peningkatan konsumsi kesehatan, pendidikan, perumahan, serta perlengkapan rumah tangga, ternyata tidak mampu mengimbangi penurunan konsumsi pakaian, alas kaki, jasa perawatan serta transportasi dan komunikasi.

Dia mengatakan, pemerintah akan terus menyiapkan berbagai skenario dampak dari pandemi COVID-19 terhadap pertumbuhan ekonomi.

***

Jokowi: Ada 11 Ribu Triliun Uang Kita di Luar Negeri

Monggo Pak Jokowi... ini sudah genting saatnya datangkan 11.000 Triliun uang kita di Luar Negeri

[Video Jokowi 11.000 Triliun datanya ada di kantong]

Baca juga :