Jokowi Hapus Proyek Pesawat R80 Habibie, Lanjutkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung


[PORTAL-ISLAM.ID]  Presiden Jokowi memutuskan untuk menghapus dua proyek pengembangan pesawat, yakni R80 dan N245 buatan Presiden ke-4 RI BJ Habibie, dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).

Keputusan ini disampaikan melalui rapat terbatas kabinet yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat (29/5/2020).

Pesawat R80 ini sudah dikenalkan BJ Habibie kepada Presiden Joko Widodo sejak 2015. Saat itu, Habibie dan Jokowi bertemu pada acara National Innovation Forum yang bertempat di Puspitek, Tangerang Selatan.

Habibie saat itu menyampaikan kepada Jokowi bahwa pengerjaan R80 memang masih tahap desain awal. Tapi, studi kelayakan pesawat R80 sudah dilakukan selama dua tahun di Amerika Serikat, dengan target terbang 2019.

Ia juga meminta dukungan pemerintah dalam hal financing yang menjadi bagian dari Indonesia. Permintaan itu disampaikan agar negara ikut menyumbang seperti yang juga dilakukan di industri pesawat terbang dunia lainnya.

Dan menyambut permohonan itu, Jokowi kemudian menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) tentang percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional (PSN). Perpres Nomor 56 tahun 2018 itu diteken Jokowi pada 20 Juli 2018.

Namun, akhirnya proyek Pesawat R80 dan N245 dibatalkan Jokowi.

Di sisi lain, pemerintah tetap melanjutkan pengerjaan proyek kereta cepat rute Jakarta-Bandung. Bahkan, Jokowi sudah menginstruksikan agar kereta ini bisa tersambung hingga ke Surabaya.

“Terkait dengan program Kereta Cepat Jakarta-Bandung, arahan bapak presiden kereta cepat ini dilanjutkan,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto usai mengikuti rapat dengan Jokowi, Jumat (29/5), seperti dilansir kumparan.

Proyek ini dikerjakan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), yang merupakan konsorsium sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia, dengan China Railways.

Selain melanjutkan proyek kereta cepat, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, beragam proyek infrastruktur yang disiapkan antara lain di Sumatera ada 7 proyek senilai Rp 117 triliun, di Jawa ada 25 proyek senilai Rp 462 triliun, Kalimantan 17 proyek Rp 144 triliun.
Kemudian Sulawesi ada 8 proyek Rp 208 triliun, Bali dan Nusa Tenggara ada 12 proyek Rp 28 triliun.

"Secara nasional ada 11 proyek Rp 351 triliun. Juga Maluku, Papua Rp 111 triliun," kata Airlangga saat konferensi pers secara virtual, Jumat (29/5).

Sumber: kumparan, Viva

loading...