PRESIDEN RASA CAPRES


PRESIDEN RASA CAPRES

Perhelatan Pilpres sudah lama usai. Hampir setahun dari pencoblosan, 17 April 2019. Anehnya hawa Pilpres aromanya hingga sekarang.

Video mobil kepresidenan bagi-bagi sembako di Harmoni viral, Kamis (9/4). Harmoni Jakarta Pusat hanya berjarak ratusan meter dari Istana.

Jumat malam (10/4/2020) kembali bagi-bagi sembako dekat istana Bogor. Massa seperti dalam video berkerumun tak jauh dari depan gerbang istana Bogor.

Viral video bagi-bagi sembako seperti di Harmoni dan kerumunan massa depan Istana Bogor mengingatkan kita dengan peristiwa yang kerap terjadi pra Pilpres. Pasca Pilpres pun kerap kita lihat. Emang 2020 mau ada Pilpres lagi? Yang kemarin 'dimenangkan' dalam Pilpres siapa ya? Atau belum yakin 'menang' sehingga ada Presiden rasa Capres. Atau ada yang 'pinjam nama' dan 'pinjam figur' untuk pencapresan??? Cuma nanya doang. Kagak usah sewot.

Bukan kali ini saja kita menyaksikan seorang Presiden rasa Capres. Bagi-bagi sembako dan sepeda. Bukan bagi-bagi sembako yang dipersoalkan. Cara pembagiannya itu loh. Kenapa tidak meniru pembagian sembako seperti yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Terorganisir. Yang lebih penting phsycal distancing. Bukan cuma slogan dan imbauan. Keteladanan antara ucapan dan perbuatan.

Masa kampanye dan pencitraan sudah lewat. Jangan seperti beberapa pekan lalu. Janji relaksasi angsuran kendaraan 1 tahun. Blunder di publik. Beberapa bank dan leasing menolak. Walaupun akhirnya OJK turun tangan. Membantu menengahi janji yang jadi kontroversi.

Ini yang lagi hits. Akibat corona defisit APBN 5% yang seharusnya tidak boleh lebih dari 3%. "Defisit lebih di atas 3% akan berlangsung selama 3 tahun fiskal ke depan yaitu mulai periode 2020, 2021, dan 2022. Setelah 2023, pemerintah berkomitmen menjaga defisit di batas maksimal 3%". Beneran kagak bakal meleset?

Ada pula yang lucu. "Banyak sekali uang milik orang Indonesia di luar (negeri). Ada data di kantong saya, di Kemenkeu di situ dihitung ada Rp 11.000 triliun yang disimpan di luar negeri. Di kantong saya beda lagi datanya, lebih banyak. Karena sumbernya berbeda,"

Bagaimana kabarnya uang Rp 11.000 triliun? Kalo memang ada bawa dong ke Indonesia. Daripada berhutang lagi. Lebih dari cukup untuk penanganan corona.

Serasa masa Pilpres penuh dengan narasi akan akan. Entah kapan akan itu tertunaikan.

Bandung, 18 Sya'ban 1441/12 April 2020

Tarmidzi Yusuf
(Pengamat Politik Islam)
loading...