Perlawanan Terhadap Luhut Mendunia! Tagar #WeAllStandWithSaidDidu Jadi Trending Dunia


[PORTAL-ISLAM.ID]  Tagar #WeAllStandWithSaidDidu hingga pagi ini, Sabtu (4/4/2020), pukul 06.33 WIB menjadi Trending Topik no.1 di jagad Twitter Indonesia dengan 166ribu twit.

Bahkan tagar #WeAllStandWithSaidDidu masuk menjadi Trending Dunia.

Tagar ini sebagai bentuk dukungan penuh kepada Muhammad Said Didu melawan arogansi Menko Luhut Binsar Panjaitan.

Sebelumnya, pihak Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengancam akan memidanakan Said Didu. Tuntutan dan ancaman pihak Luhut dilatarbelakangi kritik Said Didu mengenai penanganan virus Corona di Indonesia yang dimuat dalam kanal YouTube mantan Sekretaris Kementerian BUMN itu.

"Bila dalam 2x24 jam tidak minta maaf, kami akan menempuh jalur hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku," kata juru bicara Menko Luhut, Jodi Mahardi, lewat keterangan pers tertulis kepada wartawan, Jumat (3/4/2020), seperti dilansir detikcom.

Video yang dipermasalahkan pihak Luhut adalah video yang diunggah di akun Said Didu, yakni bernama MSD, pada 27 Maret 2020. Video itu berjudul 'MSD: LUHUT HANYA PIKIRKAN UANG, UANG, DAN UANG'. Video itu berdurasi 22.44 menit.

Dalam video itu, Said Didu menyoroti proyek pemindahan ibu kota negara (IKN) yang tetap ngotot dilanjutkan padahal Indonesia sedang terkena wabah virus Covid-19 yang berasal dari China. Said menilai pemerintah saat ini lebih mementingkan ibu kota baru di atas permasalahan lainnya.

Pihak Luhut menilai kritik yang dilontarkan Said Didu masuk unsur penghinaan, dalam istilah hukum 'animus injuriandi', mengandung kesengajaan, menyinggung kehormatan seseorang, dan dapat menimbulkan kerugian serta menyinggung kehormatan seseorang.

"Secara keseluruhan, seseorang dapat dikenai pasal hate speech, Pasal 317 KUHP dan 318 KUHP dan dapat dikenai Pasal 45A ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 terkait ITE jika menyebarkan ujaran kebencian, yaitu bisa memprovokasi, menghasut, serta penyebaran kabar/berita bohong melalui media sosial," kata jubir Luhut.

Ancaman pihak Luhut kepada Said Didu ini rupanya justru tak diduga memicu gelombang perlawanan publik terhadap Luhut.

Publik dari berbagai kalangan memberikan dukungan penuh kepada Said Didu lewat tagar #WeAllStandWithSaidDidu.

Bahkan Imam Shamsi Ali dari New York turut menyuarakan dukungannya.

"Jika anda alergi bahkan phobia kritikan, jangan duduk di posisi publik. Apalagi dalam sebuah tatanan demokrasi. Marah atau tersinggung ketika dikritik rakyat, menandakan anda tidak dewasa dalam demokrasi. Demokrasi membuka pintu luas mengoreksi kekuasaan. #WeAllStandWithSaidDidu," ujar Imam Shamsi Ali di akun twitternya @ShamsiAli2, Jumat (3/4/2020).
Baca juga :