Pelapor Jokowi Ungkap Dana Buzzer Rp 5 Miliar Untuk Pembusukan Dirinya


[PORTAL-ISLAM.IDNama Enggal Pamukty terus menjadi viral karena gugatan yang dilayangkannya untuk Jokowi. Namun tindakan berani Enggal mengundang banyak ketidaksukaan dari pendukung pemerintah.

Melalui akun twitternya, Enggal mengungkap adanya tindakan senyap untuk pembunuhan karakternya.

Menanggapi ini, warganet pun berkomntar.

"πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£πŸ€£baru juga dikabari eh udah nongol aja pembusukan ituπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ dah cair dong 5M ..... BuzzerRp Laknat," tulis @iwanarmita.

Seorang pengacara dengan akun @wadinug memberi peringatan pada buzzeRp.


Dear buzzeRp istana, tahan syahwat dan jempol kalian bully Enggal. Saya cuma ngasih warning aja, gugatan Enggal bisa jadi kunci pembuka utk para tenakes -terutama ahli waris tenakes yg meninggal krn covid19- mengajukan gugatan serupa.
Legal standing mereka sangat kuat lho

CMIIW, salah satu dokter yg meninggal ada yg usianya 37. Usia produktif biasanya smpe 55. Artinya ahli waris kehilangan penghasilan ayahnya 18 th.
Jika gaji dokday 9 digit/bl jd standart, mk kerugian ahli warisnya : gaji kali 216 bulan.
Enggal bisa ga dpt bagian nih 🀭

Kalo dokter2 (dan ahli waris) mau gugat, pintu masuk paling gampang adalah tidak tersedianya APD untuk tenakes. Padahal BPNB sudah menetapkan keadaan darurat dr tanggal 28 januari 2020. Hingga hari ini tidak pernah ada bantahan dari BNPB ttg hal itu.
https://t.co/TyQxzcbuQY

Pembungkaman ala buzzeRp spt twit di bawah ini adalah strategi paling tolol, jika dilakukan terhadap penggugat yang sudah nekat. Karena ini tidak akan pernah jadi dokumen hukum. Ga akan dibaca hakim. Sementara gugatan @EnggalPMT adalah dokumen hukum.
https://t.co/MLFBhvZYYx

Jika bully dan oprek2 masa lalu @EnggalPMT ga mempan untuk bikin dia cabut gugatan, maka taktik yg akan digunakan adalah nawari Enggal dkk dengan sejumlah materi. Bisa uang, mobil atau yg lebih besar lagi.
Biasalah, kebiasaan sendiri diberlakukan utk memperlakukan orang lain

Di titik inilah integritas Enggal dkk dipertaruhkan agar tidak cabut gugatan dan tetap menyelesaikan hingga akhir sidang, apapun putusannya.
Menang atau kalah, Enggal akan jalan dengan kepala tegak, jika tetap jaga integritasnya.

Yang tidak diduga kubu istana adalah tuntutannya lockdown, bukan materi semata. Tuntutan 10 M mah kecil. Tapi jika tuntutan lockdown dikabulkan, maka anggaran infrastruktur yg dibanggain istana kesedot smua utk ongkos lockdown.
Ini yang ditakutkan istana & buzzernya.

Jika bully dan tawaran duit ga mempan juga, maka jalan terakhir adalah ancaman kekerasan, bentuknya bisa tiba2 ban motor/mobil robek dll.
Jika sekelas Novel Baswedan yg ex polisi dan penyidik KPK bisa dikerjain, apalagi orang sipil biasa.
Ati2 bro.. terapkan security protocol
loading...