dr. Jiemi Ardian: Jangan mengecilkan COVID-19 dengan dalil untuk menghilangkan rasa takut


[PORTAL-ISLAM.ID]  Twit dari dokter muda yang baik sekali dr. Jiemi Ardian (@jiemiardian), menjelaskan kita butuh kecemasan pada dosis dan durasi yang sesuai agar tubuh kita bekerja dengan baik.

dr. Jiemi Ardian menegaskan jangan mengecilkan COVID-19 dengan dalil untuk menghilangkan rasa takut, Apalagi menggunakan misinformasi untuk “berpikir positif”...

Kecemasan dibutuhkan oleh tubuh. Dalam situasi COVID-19 malah terlalu berpikir positif, itu justru berbahaya..

SIMAK SELENGKAPNYA Penjelasan dr. Jiemi Ardian (@jiemiardian):

(1) Katanya “rasa takut menurunkan sistem imun”.

Kalimat diatas hanya separuh benar. Dalam penelitian oleh Segerstrom dkk “worry affects the immune respone to phonic fear” yang diterbitkan dalam jurnal “Brain, Behavior and Immunity” ditemukan bahwa...

(2) Ada peningkatan NK (natural killer) cell - salah satu sel darah putih yang memerangi infeksi- dalam peredaran darah pada kelompok orang yang cemas secara normal.

Berbeda cerita pada kelompok yang kecemasan dan rasa takutnya intens, baru ditemukan NK Cell menurun

Apa artinya?

(3) Kecemasan dibutuhkan oleh tubuh. Misal, situasi COVID-19 malah teralu berpikir positif, itu justru berbahaya..

Kita butuh kecemasan pada dosis dalam durasi yang sesuai untuk tubuh kita bekerja dengan baik. Jangan malah mengecilkan COVID dengan dalil untuk menghilangkan rasa takut...

(4) Apalagi menggunakan misinformasi untuk “berpikir positif”.

Kita lebih butuh berpikir realistik, tidak positif tidak negatif. Berusaha menyebarkan pikiran positif pada kondisi yang tidak sesuai, malah terasa seperti “denial”. Positif palsu terdengar menyakitkan bagi yang terdampak.

(5) Kalau kamu cemas dan takut saat ini, itu wajar. Ga usah merasa bersalah karena tidak merasa positif saat ini.

Ga perlu takut dengan “sistem imun terganggu” selama kecemasan dan takutmu masih dalam tahap wajar.

Mari sebar harapan, tapi jangan mengecilkan penderitaan.

[THREAD]
loading...