Gara-gara Dukung Omnibus Law, Ramai-ramai "Selamat Tinggal Sandiaga Uno"


[PORTAL-ISLAM.ID]  Hari ini sosial media diramaikan dengan ungkapan kekecewaan "Selamat Tinggal Sandiaga Uno".

Hal ini lantaran Sandiaga Uno mendukung RUU Omnibus Law.

Dongkrak Ekonomi, Sandiaga Dukung Pemerintah Terbitkan UU Omnibus Law
https://www.liputan6.com/news/read/4155664/dongkrak-ekonomi-sandiaga-dukung-pemerintah-terbitkan-uu-omnibus-law

"Saya kira Anda berbeda. Ternyata sama saja. Selamat tinggal, Bro @sandiuno," kata @AzzamIzzulhaq di twitter, Selasa (10/3/2020).

"Sandi pengusaha ya pasti dukung Omnibus Law," ujar @panca66.

"Selamat tinggal, Sandi. Meski kamu kelihatan shaleh alhamdulillah saya sudah tidak akan memilihnya..," komen @trinugroho162.

"Ini pilihan yg sulit bagi @sandiuno atau @jokowi mencabut konsesi pertambangan nikel, bisnis milik sandi yg di NTB," ungkap @eshatesyah.

***

Dalam pernyataan terbaru, Sandiaga Uno sebetulnya tidak menerima 100% begitu saja RUU Omnibus Law, namun perlu dikritisi.

Sandiaga: Mumpung Ada Perlambatan Karena Corona, Tidak Perlu Buru-buru Mengegolkan Omnibus Law

Pengusaha muda Sandiaga Salahuddin Uno mengaku bakal menelaah draf omnibus law cipta kerja untuk selanjutnya memberi masukan kepada pemangku kebijakan.

"5 cluster utama akan saya telaah. Setelah itu saya akan berikan masukan pada pemangku kepentingan baik pemerintah ataupun teman-teman di legislatif," kata Sandiaga di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2020).

Mantan Wakil Gubernur ‎DKI Jakarta ini menuturkan adanya pembahasan dengan berbagai pihak termasuk buruh harus bisa menjawab kekhawatiran masyarakat terhadap omnibus law.

Dia juga berpesan tidak perlu terburu-buru mengesahkan omnibus law tanpa ada pembahasan mendalam.

"Melalui pembahasan bersama kita jawab satu-satu. Mumpung ada perlambatan karena ada corona. Jadi tidak perlu buru-buru untuk golkan ini tanpa pembahasan mendalam. Kita harus fokus pada penciptaan lapangan kerja," katanya.

Link: https://www.tribunnews.com/nasional/2020/03/07/sandiaga-mumpung-ada-perlambatan-karena-corona-tidak-perlu-buru-buru-mengegolkan-omnibus-law

loading...