Bupati Konawe: Pak Gubernur Tolong Bantu Daerah Kami, TKA Cina Masuk Dari Segala Penjuru

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa saat menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan dan Antisipasi Penyebaran Virus Corana di Mapolda Sultra, Rabu 18 Maret 2020 (Foto: TOPIKSULTRA.COM/Hendriansyah)

[PORTAL-ISLAM.ID] Bupati Kabupaten Konawe, Kery Saiful Konggoasa dalam Rapat Koordinasi Penanganan dan Antisipasi Penyebaran Virus Corana di Mapolda Sultra menyampaikan bahwa dirinya sabagai bupati, tidak berdaya dengan kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina dan meminta kepada Gubernur Sultra Ali Mazi agar menghentikan para pekerja asing di tengah merebaknya wabah Virus Covid-19 di Indonesia.

“Pak Gubernur, saya mohon, tolong daerah kami, TKA Cina masuk dari segala penjuru,” ucapnya di hadapan Gubernur Sultra, Rabu 18 Maret 2020.

Konawe saat ini dihuni oleh 1.064 TKA asal Cina yang resmi sebagai pekerja tersebar di sejumlah tambang. Kery mengungkapkan kedatangan TKA Cina datang dari berbagai bandara di Sultra, terutama masuk melalui Bandara Haluoleo Kabupaten Konawe Selatan.

“Yang resmi saja begitu jumlahnya, Pak Gubernur, apalagi yang tidak resmi, mereka masuk dari segala penjuru, darat, laut dan udara, terutama di jeti perusahaan yang kami tidak jangkau untuk memantau. Bukan hanya ilegal, kami juga waspada mereka bawa masuk narkoba ke daerah kami. Ngeri Pak,” tuturnya.

Bupati dua periode ini juga meminta agar seluruh TKA Cina yang baru masuk dipulangkan ke negara asalnya. Andaipun tidak bisa, dirinya meminta agar mereka aktivitasnya dipantau dan diperiksa kesehatannya.

“Pak kita sudah punya Perda No 13 Tahun 2018 untuk periksa kesehatan mereka, namun mereka masa bodoh. Pak, kami juga meminta kepada TNI/Polri untuk menyisir jeti perusahaan di sana,” pinta Kery.

Kery juga meminta kepada Gubernur agar melakukan karantina terhadap TKA yang masuk ke Sultra, serta mengambil kebijakan untuk menolak TKA ke Sultra selama penyebaran virus corona masih berlangsung.

“Kalau bisa Pak, karantina mereka yang baru datang di Asrama Haji Kendari (Milik Kanwil Kementerian Agama Sultra) karena mereka di Konawe Pak tinggalnya di kos-kosan milik masyarakat. Susah Pak kalau mereka isolasi sendiri di sana. Kalau ada yang terjangkit, akan mudah tersebar itu virus,” ujarnya.

Sumber: topiksultra

Baca juga :