TERPAPAR PAHAM KOMUNIS


[PORTAL-ISLAM.ID] Ketika Prof Suteki dalam ILC tvOne (18/2/2020) menyebut Prof Yudian Wahyudi yang  berpendapat "Agama adalah musuh terbesar Pancasila" sebagai terpapar paham Marxisme Leninisme dan Komunisme dengan indikasi sama dengan dan serupa dengan kalimat kaum komunis agama sebagai racun, lalu ramai orang berpendapat bahwa itu tidak mungkin, sebab Prof Yudian itu Kyai Rektor IAIN Sunan Kalijogo Jogja tidak mungkinlah beliau terpapar Komunisme.

Saya agak merasa tercengang juga banyak orang lupa sejarah atau sengaja melupakan bahwa para tokoh tokoh PKI di Indonesia itu adalah awalnya seorang Kyai putra Kyai aktifis Organisasi Islam yang akhirnya keblinger oleh paham Komunisme lalu mereka berubah memusuhi agama terutama Islam, itulah goresan sejarah kita, mari kita baca ulang mari kita bongkar lagi.. saya kemukakan di sini 3 tokoh saja:

1. Kyai Ahmad Dasuki Siradj sejak kecil mondok di Jamsaren solo, Pondok pesantren mambaul di solo lalu di Rembang, aktif dalam pergerakan Serikat Islam lalu berkenalan dengan ISDV lanjut jadi tokoh PKI.

2. Musso atau Munawar Musso putra kyai besar di Kyai Hasan Muhyi di Kediri awalnya berguru pada HOS Tjokroaminoto bersama Bung Karno lalu berkenalan dengan ISDV juga lanjut jadi tokoh PKI memusuhi Islam memberontak dan berkhianat pada Kemerdekaan

3. Tan Malaka dari Tanah Sumatra kecilnya pandai mengaji khatam quran lanjut berkenalan dengan ISDV lanjut menjadi tokoh PKI

Mereka semua punya latarbelakang yang kental dengan agama namun keblinger dengan idiologi komunis melalui pikiran-pikiran yang intinya akhirnya menyebut agama adalah racun masyarakat, Agama adalah musuh terbesar Pancasila ini sudah serupa dengan pikiran yang keblinger tersebut.

Jaman itu hanya berputar kadang mengulang apa yang sudah pernah terjadi, sebuah kebodohan  yang besar bila kita tidak bisa mengambil hikmahnya.

By Agus Maksum [fb]

Ketika Prof Steven Suteki dalam ILC menyebut Prof Yudian Wahyudi yang berpendapat Agama adalah musuh terbesar Pancasila...
Dikirim oleh Agus Maksum pada Jumat, 21 Februari 2020