Tak Seberbahaya Omnibus Law, RUU KK Diserang Fans Jokowi-Ahok, Warganet: Karena Inisiatornya dari PKS?


[PORTAL-ISLAM.ID]  RUU Ketahanan Keluarga yang mulai digodok DPR mendapat sejumlah kecaman beberapa pihak. Ada beberapa poin dalam RUU tersebut yang dipersoalkan oleh publik.

Salah satu kecaman tersebut berasal dari kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi.

Dengan berani, Dedek menuding Netty Prasetiyani, salah seorang aleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan sebutan "double silly".

"Are you not tired of being silly, bu Netty?" cuit Dedek. Ia juga menyertakan kutipan berita CNN. "...Penggagas RUU Ketahanan Keluarga, Netty Prasetiyani dari Fraksi PKS, mengaitkan aturan itu dengan perilaku inses. Penggabungan kamar, kata dia, berpotensi memicu inses antaranggota keluarga, kata Netty."

Kecaman ini langsung mengundang reaksi keras warganet.

"Politikus muda PSI dengan ringan mencemooh seorang perempuan, istri, dan ibu aleg @PKSejahtera dengan kata "silly".

Tapi kepada bangsat pencoleng Jiwasraya dan politikus penyuap KPU, dia memilih bungkam.

Begitukah kamu dididik?" komentar @wartapolitik.
 Tak berhenti sampai di situ, kecaman lain muncul dari Ahmad Sahal, salah satu pentolan Jaringan Islam Liberal (JIL).

"Yg berbahaya dari RUU Ketahanan Keluarga bukan hanya krn Negara mencampuri keluarga. Tp negara mencampuri keluarga dgn memaksakan KADRUNISME.

Kalo akhi ukhti hepi2 aja jd kadrun, sak karepmu.

Tp kalo mau membajak NKRI utk menerapkan kadrunisme, hanya ada satu kata: LAW

Kecaman Ahmad Sahal ini langsung dibalas telak aktivis Kristen Iyut

"...Level berbahayanya RUU Ketahanan Keluarga hanya 1% alias 1:100 dibandingkan RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

Kalian fans2 JokowiAhok ramein RUU KK hanya karna inisiatornya PKS tapi mingkem sama omnibus law yg kebiadabannya 100x lipat.. (``,)" tulis Iyut.

"Hal, salah satu poin dalam RUU Ketahanan Keluarga adalah perlunya kursus dan sertifikasi calon pengantin.

Hal ini sudah lama diterapkan GEREJA KATOLIK.

Kamu mau bilang Gereja Katolik itu KADRUN?

Bisa2 gak makan kamu nanti, Hal..," tulis wartapolitik.

Seperti diketahui, bal bla bla