PEMIMPIN CERDAS, Jadi Solusi Permasalahan Bangsa, Bukan Malah Jadi Sumber Masalah


Pemimpin cerdas itu, menarik uang dari luar negeri secara profesional -bukan utang- untuk mensejahterakan rakyatnya.

Sedangkan pemimpin parasit, membebani rakyat dan memeras mereka untuk menutupi buruknya kinerjanya. Kehadiranya justru membuat rakyat semakin sengsara. Kalau hanya membangun dari utang, lulusan SMP juga mampu menjadi presiden.

Ikut bangga dengan pencapaian Turki saat ini:

Nomor 9 terkuat di dunia di bidang militer.

Punya pemimpin nomor 5 paling berpengaruh di dunia.

Menjadi salah satu negara dengan tujuan utama wisatawan dunia, dengan 52 juta wisatawan tahun 2019.

Manjadi salah satu negara dengan tujuan investasi paling stabil.

Turki menjadi negara manufaktur dan pengekspor yang kuat.

Di bawah Erdogan, Turki menjadi negara dengan perekonomian terbesar ke-16 di dunia dan terbesar ke-6 di Eropa. Produk Domestik Bruto (PDB) Turki naik drastis dari US$ 231 miliar (2002) menjadi 851,1 miliar USD.

PDB per kapita atau pendapatan per kapita Turki meningkat tiga kali lipat dalam 11 tahun sejak tahun 2002, yakni dari angka US$ 3.500 menjadi US$ 10.815.

Turki berhasil melunasi seluruh utang ke Dana Moneter Internasional (IMF) tahun 2013. Seperti dilansir Hurriyet Daily News, utang Turki ke IMF sebesar US$ 23,5 miliar telah selesai dilunasi. Pelunasan dimulai tahun 2002. Untuk pertama kalinya dalam 19 tahun, Turki menjadi negara bebas utang.

Dan lain lain...

Turki pun dijuluki sebagai 'Macan Baru' karena pertumbuhan ekonomi yang pesat di antara negara-negara anggota G20.

Semangat keoptimisan harus terus kita tiupkan kepada setiap ruh generasi baru kita.

Agar bangsa ini tidak jatuh kepada titik nadir bangsa bangsa lemah bahkan menjadi negara gagal.

Semua usaha usaha kita ini, adalah bagian dari menyusun batu bata untuk bangunan yang lebih kokoh sebagai bangsa.

Agar kita bisa mengejar ketertinggalan kita dan naik kelas menjadi bangsa yang berwibawa di dunia hari esok.

Mimpi kita, usaha kita, dan semua ikhtiar lewat doa doa kita dan doa doa para pahlawan kita. Adalah satu kesatuan amal kolektif kita sebagai bangsa dalam mencapai cita cita besar kita bersama.

Terus Gelorakan Semangat Indonesia!

(By Tengku Zulkifli Usman)