Kunjungi Canberra, Jokowi Diolok-olok Warganet: Buat Apa? Kan Bisa Dilihat di Smartphone?!


[PORTAL-ISLAM.ID]  Kunjungan Jokowi ke Canberra. Ahad, 9 Februari 2020 menuai reaksi keras warganet. Sebagian besar warganet rupanya masih teringat pada isi pidato kenegaraan Jokowi menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI ke 74 tahun lalu.

Dalam pidatonya di hadapan anggota DPR MPR, Jokowi menyinggung seringnya pejabat negara melakukan studi banding yang menurutnya menghabiskan biaya besar.

"Saya ingatkan kepada jajaran eksekutif agar lebih efisien," kata dia pada Pidato Kenegaraan dalam Rangka HUT ke-74 Indonesia di Gedung DPR-MPR, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2018.

Menurutnya, dengan perkembangan teknologi saat ini, segala informasi dengan mudah didapatkan. Sehingga tak perlu lagi sering-sering melakukan studi banding ke luar negeri.

"Untuk apa studi banding jauh-jauh sampai ke luar negeri padahal informasi yang kita butuhkan bisa diperoleh dari smartphone kita," ujar Jokowi sambil menunjukkan gawainya.

Lanjutnya, untuk bisa melihat perkembangan berbagai negara dapat dilakukan melalui gawai yang dimiliki setiap orang. 

"Mau ke Amerika Serikat ada disini (smarthphone), mau ke Rusia juga ada disini, kalau mau ke Jerman itu juga ada disini. Jadi semuanya komplit," jelas Jokowi saat itu.


Berangkat dari anjuran Jokowi tersebut, warganet mempertanyakan kegiatan Jokowi ke Canberra, apalagi aktivitas yang dilakukan Jokowi, tidak krusial, seperti menanyakan hal remeh temeh yang informasinya bisa dicari dengan mudah pada peramban.


Baca juga :