Dokter Turki Kembangkan Alat Tes Virus Corona yang Lebih Cepat


[PORTAL-ISLAM.ID] ANKARA - Alat tes virus corona baru yang dikembangkan oleh dokter Turki akan menghasilkan diagnosis lebih cepat, kata seorang pejabat dari National Virology Laboratory Turki kepada wartawan, Senin (17/2/2020).

“Sistem baru, yang awalnya bekerja dalam 90 menit, memungkinkan kami bekerja lebih cepat dengan menggunakan komponen domestik,” kata Dr. Gulay Korukluoglu, berbicara atas nama Kementerian Kesehatan di Ankara, ibukota Turki.

Pekan lalu Menteri Kesehatan Fahrettin Koca mengatakan dokter Turki sedang mengerjakan alat yang akan memberikan hasil dalam 75 menit, dibandingkan dengan tiga jam untuk beberapa alat lainnya.

Mengenai kelebihan alat tes baru, Korukluoglu mengatakan, “Hingga sekarang kami biasa memesan peralatan yang diperlukan dari luar negeri dan bahkan dalam kasus yang paling mendesak kami harus menunggu setidaknya satu hingga dua bulan.”

“Sekarang, berkat sistem pengujian domestik, kita bisa mendapatkan peralatan apa pun yang dikirim dari Istanbul dalam sehari. Tes juga lebih murah sekarang. Ini membantu kami menggunakan sumber daya kami secara lebih ekonomis.”

Mereka juga menggunakan enzim yang diproduksi di dalam negeri, katanya.

“Kami juga dapat memodifikasi dan mengembangkan berbagai versi tes di sini. Menggunakan kit lebih cepat sekarang. Kami memulai uji coba dan mendapatkan hasil yang sukses. Kami selalu mengutamakan keselamatan.”

Bulan lalu, 42 warga Turki dan negara-negara tetangga diterbangkan dari China dan dibawa ke Ankara, di mana mereka baru saja menyelesaikan dua minggu karantina, Korukluoglu menggratiskan semua tagihan kesehatan atas mereka.

“Kami mengambil empat sampel dari masing-masing individu, pada hari pertama, ketiga, ketujuh dan hari terakhir karantina,” katanya.

“Sampel terakhir kami juga negatif.”

Wabah korona berasal dari Wuhan pada bulan Desember 2019 dan sejak itu telah menyebar ke lebih dari 20 negara, termasuk AS, Inggris, Singapura, Prancis, Rusia, Spanyol, dan India.

Hingga akhir Minggu, jumlah korban tewas di daratan China mencapai 1.770, dengan setidaknya 70.548 total kasus dilaporkan.

Tidak ada kasus virus corona yang dilaporkan di Turki.

Sumber: Yeni Safak/Turkinesia