Dicari-cari, Anies Harus Dalah, Pokoknya


Dicari-cari. Anies harus salah. Pokoknya.

Awalnya penebangan sejumlah pohon di Monas. ABW dituduh merusak lingkungan. Setelah tahu bahwa pembangunan LRT di periode sebelumnya mengorbankan ribuan pohon, lebih dari sepuluh kali lipat pohon yang ditebang. Setelah tahu jutaan hektar hutan lenyap ditelan perusahaan kelapa sawit karena kebijakan yang abai kelestarian lingkungan. Setelah tahu pohon yang ditebang di Monas akan diganti 3 kali lipat oleh Pemprov DKI Jakarta. Setelah tahu kawasan Monas bakal lebih hijau dengan RTH lebih luas. Maka sasaran tembak diganti, ke perusahaan kontraktor.

Perusahaan kontraktor kredibilitasnya dipertanyakan. Setelah tahu bahwa pengadaan dilakukan sesuai prosedur. Bahwa si kontraktor juga banyak mengerjakan proyek di pemerintah pusat dan daerah lain. Maka sasaran nyinyir ganti lagi. Soal ketiadaan ijin Setneg.

Revitalisasi Monas dianggap illegal, tanpa ijin Setneg. Setelah tahu bahwa pembangunan sebelum-sebelumnya juga tanpa ijin, bahkan tak pedulikan disain dalam Kepres. Setelah tahu justru disain revitalisasi sekarang yang sesuai Kepres. Setelah Pemprov DKI Jakarta mengalah, hentikan pembangunan sementara. Setelah tahu bahwa Setneg akhirnya mengijinkan. Sasaran tembak ganti lagi. Soal rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya (TACB). Yang mengaku tak pernah memberi rekomendasi.

Padahal memang bukan TACB yang harusnya memberi rekomendasi. Yang memberi rekomendasi/ pertimbangan adalah Tim Sidang Pemugaran (TSP). Rekomendasi disampaikan kepada Dinas Pariwisata, Dinas lah yang membuat surat sebab Tim ada di bawah Dinas.

Cuma salah sebut, ditulis TACB padahal harusnya TSP. Sekedar kesalahan administrasi, yang bisa dikoreksi. Tidak merugikan siapapun. Tidak melanggar hukum apapun. Dan yang terpenting Pemprov DKI Jakarta berkomitmen jaga cagar budaya.

Tapi cuitan jahat #4niesKibul_CancelFormulaE jadi trending topik di twitter. Mengkonfirmasi adanya upaya cari-cari kesalahan. Fokus pada satu dua kerikil dalam segunung beras. Sebanyak apapun kebaikan tak dilihat, pokoknya Anies harus salah.

Kasus-kasus korupsi dan pelanggaran hukum berat lalu tenggelam. Seperti Jiwasraya dan suap KPU oleh Harun Masiku. Yang merugikan negara puluhan triliun rupiah.

Sengaja dilakukan? Wallahualam.

Yang jelas masih saja ada upaya mencari-cari lobang. Agar program-program ABW berantakan. Agar balap Formula E batal. Padahal balap Formula E banyak keuntungannya buat Indonesia, bukan hanya untuk Jakarta. Sebagai ajang promosi wisata Indonesia di dunia. Menggerakkan ekonomi negara. Banyak orang datang membelanjakan uang mereka.

Jika berpikir sehat, tak akan mereka menentang keras Formula E, sembari diam (atau malah mendukung) gelaran Asian Games. Sama seperti mereka mengutuk penebangan pohon di Monas namun diam melihat jutaan hektar hutan kita lenyap.

Politik irrasional semacam ini berbahaya. Mengabaikan obyektifitas, mengorbankan kepentingan bangsa, hanya demi ambisi politik pribadi atau golongannya belaka. Masih mau dukung politisi jenis ini?

(By Tatak Ujiyati)

Baca juga :