Apresiasi Andre Bongkar Kasus PSK Online, Walkot Mahyeldi: Ayo Bersama Benahi Padang


[PORTAL-ISLAM.ID]  Padang - Polisi mengungkap prostitusi online di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), berkat laporan anggota DPR RI, Andre Rosiade.

Pemerintah Kota Padang pun mengapresiasi Andre.

"Kita terbantu dengan apa yang dilakukan Andre Rosiade, anggota DPR RI, alhamdulillah kita terbantu. Tentu saja juga kepada kepolisian yang mengungkap adanya PSK online," kata Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansyarullah, kepada wartawan, Kamis (6/2/2020).

Mahyeldi mengakui adanya aktivitas prostitusi online dan perbuatan menyimpang lainnya di daerah itu. Ia mengajak semua pihak ikut memerangi maksiat dan berbagai perbuatan menyimpang yang ada di masyarakat.

"Bersama-sama kita membenahi dan membersihkan Kota Padang karena memang kita akui masih ada hal-hal yang menyimpang. Sekali lagi, kita mengucapkan terima kasih kepada kepolisian yang tempo hari sudah bisa mendeteksi ada PSK online itu," katanya.

"Mari kita saling bekerja sama untuk membersihkan dan menekan perilaku menyimpang. Mudah-mudahan ada anggota DPR lain yang memiliki kepedulian yang sama. Kalau boleh, anggota DPR lain ke sini. Anggota DPR yang lain turun, DPRD Provinsi, DPRD Kota Padang juga boleh," tambah dia.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan dua orang sebagai tersangka, yakni PSK online NN (26) dan muncikari AS (24). AS dan NN ditangkap Tim Cyber Ditreskrimsus Polda Sumbar di sebuah hotel berbintang di kawasan Bundo Kanduang, Padang, Minggu (26/1).

Penyidik menjerat kedua tersangka dengan sejumlah pasal dalam UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), yakni Pasal 27 ayat (1) juncto Pasal 45 ayat (1) serta Pasal 296 juncto Pasal 506 KUHP.

Penggerebekan yang dilakukan Andre banyak disorot berbagai pihak. Netizen pun mem-bully serta memaki Andre.

Meski di-bully dan dimaki oleh netizen, Andre menganggap hal itu sebagai risiko perjuangannya memegang amanah masyarakat Sumbar. Dia juga menghormati jika ada pihak yang merasa dirugikan dan mengadukan sikapnya itu ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

"Silahkan saja (kalau diadukan ke MKD, red). Yang pasti sekarang saya terserah masyarakat saja. Yang pasti ini bagi saya risiko perjuangan, insyaallah akan saya hadapi," ucap Andre saat dihubungi, Rabu (5/2/2020).

Sumber: detikcom

loading...