Nasehat Bagus Untuk Kader Simpatisan Partai Gelora


Tugas kita bukan menyatukan semua elemen ormas Islam dibawah satu payung. Karena itu mustahil.

Tugas kita juga bukan untuk menyatukan semua pendapat agar sama dibawah satu wadah, karena itu juga mustahil. Perbedaan adalah kewajaran.

Tapi tugas kita adalah mendekatkan antara kita semua, mendekatkan antar ormas, antar elit, antar rakyat dst.

Karena kalau sudah dekat akan mudah kita diskusinya, kalau sudah dekat akan muncul rasa cinta, akan enak menjelaskan ide dan gagasan kita.

Kita harus dekat dengan semua kalangan, meskipun tidak harus memaksa mereka untuk ikut kita, karena mereka akan ikut dengan sendirinya kalau kita konsisten dengan narasi besar kita.

Kita hidup di era dimana pemaksaan kehendak adalah sesuatu yang akan tertolak otomatis, kita hidup dimasa diskusi dan persuasif adalah senjata.

Tidak perlu merekrut kader orang lain dengan paksa, biarkan mereka bahagia dengan apa yang mereka yakini.

Tidak perlu merekrut orang orang yang sudah deadlock pemikirannya dan fanatik dengan pemahamannya. Karena jumlah mereka juga tidak banyak.

Tapi dekatilah semua rakyat Indonesia, semua level, semua kelas, dan ajaklah mereka berdialog soal Arah Baru Indonesia, soal arah yang dituju negara ini.

Jangan habiskan energi untuk berdebat mengurus golongan kecil yang tidak berpengaruh di masyarakat, fokuslah merangkul semua anak negeri agar bisa berkontribusi tanpa saling caci maki.

Rakyat kelas menengah (Middle Class) di negara kita saat ini ada sekitar 145 juta jiwa. Ajaklah mereka bergabung ke wadah arah baru agar bisa bersama membesarkan Indonesia.

Kalangan millenial (Millenial Class) di negara kita saat ini jumlahnya 80 juta jiwa, dekatilah mereka dengan cara cara millenial dan cara cara kekinian. Sampaikan gagasan anda kepada mereka dengan bahasa yang mudah dipahami.

Kalangan kelas menengah adalah denyut nadi negara ini, siapa saja yang mampu mengajak mereka terlibat aktif dalam membangun narasi bangsa. Kita akan didepan.

Fokuslah kepada kalangan menengah & millenial untuk memperkuat diri dan gagasan, tetap sayangi kalangan bawah dan jangan jadikan mereka objek jualan politik pada masa kampanye semata.

Setiap perkataan ada waktunya, dan setiap waktu ada perkataan yang sesuai. Setiap tempat dan waktu ada bahasan yang sesuai. Apapun yang tidak ada hubungannya dengan kemajuan kita. Tinggalkan.

Semua anak negeri ini adalah sumber daya kita yang sangat kaya, kita benar benar harus punya hati yang lapang untuk menampung semua mereka untuk membesarkan Indonesia.

Sabtu, 11-01-2020

By Tengku Zulkifli Usman
Simpatisan Partai Gelora

[fb]