BELA ANIES, BETAWI UNJUK GIGI


BETAWI UNJUK GIGI

Masyarakat Jakarta, Betawi khususnya, adalah masyarakat yang egaliter toleran dan selalu akrab dengan kalangan mana saja.

Betawi tak pernah memilah-milah, tak membeda-bedakan kelas sosial apa lagi ras. Semua suku diterima dengan baik selayaknya tuan rumah yang selalunya ramah.

Egaliternya masyarakat Betawi kadang membuat ketersinggungan bagi individu yang berwatak feodal, karena bagi orang Betawi pangkat dan jabatan hanya hiasan tapi yang utama adalah keguyuban dalam berkomunikasi. Siapa saja boleh dipuji dan sebaliknya siapapun boleh dicela terlepas dari pangkat dan jabatannya.

Berkumpul dengan masyarakat Betawi maka siap-siap untuk menebalkan kuping karena dari mulai kepala sampai kaki bisa menjadi bahan ledekan spontan: “Palelo gede banget kayak panci kawinan”;  “Idung lo kaya strikaan” atau  “Muke lo kaya pacul kuburan” dan ada ratusan ribu lagi kalimat yang dijadikan bahan untuk saling mengejek, dan  yang seperti itu menjadi bahasa hari-hari yang lumrah di Jakarta.

Orang Betawi jarang sekali marah pada persoalan politik, siapapun yang memimpin di kota ini mereka menerima dengan apa adanya saja asal jangan menyinggung agama yang mereka yakini, selebihnya akan berjalan biasa saja dan diterima dengan apa adanya.

Sekarang ini ada pemimpin baik yang mengayomi semua orang namun selalu diganggu dan diganggu. Masyarakat Betawi menyukai Anies Baswedan yang bekerja dengan sungguh-sungguh, memberi keteduhan terhadap seluruh masyarakat Jakarta yang sempat panas selama beberapa tahun lalu akibat gaya komunikasi yang tak beretika dari gubernur sebelumnya.

Demo yang dilakukan oleh para pecundang seperti Abu Janda dan Dewi Tanjung yang dipertanyakan  KTP Jakartanya, membangkitkan emosi mereka yang ingin kotanya teduh dan damai.

Maka kumpullah mereka untuk menunjukkan dukungan pada Anies. Inilah pesan yang disampaikan dalam bahasa sederhana dan artikulatif. Pesannya sederhana saja dari dukungan itu.

“Lo ganggu Anies lo angkat kaki dari ini kota”.  

Itulah inti dari orasi yang dikemukakan oleh orator di atas mobil dalam video yang telah beredar ke berbagai penjuru.

(By Geisz Chalifah)

Sumber: Tilik.id