Addie MS Nyinyir Anies Soal Pompa Gantian Istirahat, Padahal Sudah Dilakukan Sejak Era Ahok (Banjir 2015)


[PORTAL-ISLAM.ID]  BANJIR masih jadi bahan nyinyiran dan bullyan pendukung Jokowi-Ahok.

Kali ini mereka mempermasalahkan dan membully Gubernur Anies Baswedan soal pompa air yang gantian diistirahatkan.

Dari mulai buzzer kelas sewot, sampai musisi Addie MS, kompak nyinyiri soal pompa kenapa pakai giliran diistirahatkan.

Nyinyiran mereka memang asal nyinyir, yang penting nasfu membully Anies tersalurkan.

Padahal metode pengistirahatan pompa air ini SUDAH DARI DULU DILAKUKAN GUBERNUR sebelumnya, yaitu Gubernur Ahok.

Aktivis Jakarta mbak @elisa_jkt menanggapi Addie MS:

"Kerja pompa bergantian itu ya sejak pasca Banjir Feb 2015 (era Ahok -red). Kenapa pada ributnya baru sekarang sampai mau dbuatin komposisi lagu segala sih? 😅😅," kata @elisa_jkt di twitter, Minggu (12/1/2020).

"Sayang sekali ya talentanya cuma jadi komposisi spt ini. Pengistirahatan pompa itu adalah pembelajaran yg didapatkan Gubernur Basuki (Ahok) pasca banjir Februari 2015. Saat itu pompa2 banyak rusak dan panas karena dipaksa kerja terus menerus. Akhirnya ada SOP pompa bekerja bergantian," ujar @elisa_jkt.

"Saya ingat dulu Gub Basuki (Ahok) istilahnya “ibarat ngambek krn kerja terus”.  Pasca rusak & panas akhirnya gak bisa dipake sama sekali. SOP Pasca banjir banyak yg hasil pembelajaran & penyempurnaan oleh Pak Basuki & berjalan cukup baik. Namun memang harus diupdate utk hadapi krisi iklim."

JADI... kalau pompa dipakai nonstop -tanpa istirahat- justru nanti rusak, dan kalau sudah rusak malah tidak bisa dipakai sama sekali.

Apa yang disampaikan @elisa_jkt benar. Ada arsip berita dari Liputan6 pada Februari 2015.

[Kutipan Liputan6]
Sebab, kata dia (Ahok), tidak mungkin, pompa air bekerja terus-menerus selama 24 jam. Maka dari itu, misalnya dari 6 pompa air yang ada, 3 dulu yang difungsikan. Terus lalu diistirahatkan dan diganti pompa lainnya.

“Jangan sampai seluruhnya tidak beroperasi memompa air. Apalagi di bagian Utara Jakarta itu sudah semakin turun tanahnya, sudah lebih rendah dari permukaan laut. Jadi nggak bisa air langsung ngalir ke laut. Harus kita pompa,” kata Ahok.

Link: https://www.liputan6.com/news/read/2176757/sebelum-jakarta-tenggelam