Pendukung KPK akhirnya akui Fahri Hamzah benar: Ternyata Pimpinan KPK Berpolitik


[PORTAL-ISLAM.ID] "Kalau Lembaga Anti Rasuah takut ada korupsi itu wajar. Tapi jika takut ada orang ngaji, itu baru perlu diperiksa kejiwaannya."

Demikian disampaikan aktivis Muhammadiyah, Mustofa Nahrawardaya, di akun twitternya.

Seperti diberitakan, Pimpinan KPK mempersoalkan pengajian Ustadz Abdul Somad (UAS) di kantor KPK.

"Kami mengharapkan kalau yang khotbah di KPK itu orang yang inklusif, orang yang tidak berpihak pada aliran tertentu. Harapan kita semuanya begitu," kata Ketua KPK Agus Rahardjo, Rabu (20/11/2019), seperti dilansir detikcom.

Terkait hal itu, Pimpinan KPK akan memeriksa pegawai KPK yang mengundang UAS.

Akhirnya terkuak juga kelakuan KPK... sampai-sampai Muhammad Said Didu mantan Sekretaris Kementerian BUMN yang selama ini mendukung dan membela KPK akhirnya kecewa.

"Ternyata pimpinan @KPK_RI betul berpolitik," kata Said Didu di akun twitternya.

Selama ini Said Didu dikenal getol membela KPK, bahkan kerap menentang omongan Fahri Hamzah yang selalu mengkritik keras KPK.

Sekarang Said Didu akhirnya tersadar, apa yang selama ini disampaikan Fahri Hamzah bahwa KPK itu telah menjelma menjadi 'lembaga politik', akhirnya terbukti dengan kasus UAS.

"Saya salah seorang yg selalu membela jika ada yg melemahkan @KPK_RI, tetapi setelah pemimpin
@KPK_RI bermain politik dg cara seleksi penceramah berdasarkan dukungan pilpres, saat ini saya yakin bhw pimpinan @KPK_RI bermain politik shg bisa saja pemberantasan korupsi tebang pilih," ujar Said Didu.