HRS Dicekal, PKS: Tugas Negara Melindungi Setiap Warga Negara


[PORTAL-ISLAM.ID]  Imam besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS), mengungkapkan penyebab dirinya dicekal oleh pemerintah Arab Saudi. Melalui laman youtube Front TV, HRS membeberkan bahwa pencekalan karena adanya permintaan pemerintah Indonesia.

Menanggapi hal ini, Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, mengatakan bahwa HRS adalah tokoh yang sangat berpengaruh. Pernyataan yang disampaikan HRS harus menjadi perhatian bersama, termasuk pemerintah.

“Sangat baik jika pemerintah dalam hal ini melakukan klarifikasi, habis itu menjawab secara resmi,” kata Mardani di Gedung DPR, Jakarta, Senin malam (11/11/2019).

Dia mengatakan, prinsip dasar konstitusi menegaskan bahwa tugas negara adalah melindungi segenap tumpah darah dan warga negara. Pemerintah harus hadir jika warga negara sedang membutuhkan.

“Jadi Habib Rizieq itu warga negara Indonesia yang harus dilindungi,” ucapnya.

Dia mengatakan, HRS adalah ulama yang mempunyai prinsip dan memiliki banyak pengikut. Meski ia berbeda pendapat dengan pemerintah, tapi tidak bisa dijadikan alasan untuk ‘mencekal’ HRS.

“Justru saya melihat ketika Habib Rizieq bisa balik ke Indonesia itu menegaskan demokrasi itu sehat, ada kelompok-kelompok yang beda pendapat sesuai dengan koridor itu dibolehkan,” ucap dia.

Dia mengatakan, cara terbaik untuk menyelesaikan masalah Habib Rizieq adalah dialog. Dengan demikian, pemerintahan dan HRS bisa mencapai titik temu yang dapat diterima semua pihak.

“Tinggal dialog aja, dia (HRS) kan terbuka untuk dialog dan orangnya sangat argumentatif, saya beberapa kali ketemu,” kata dia. (inside)