ENTAH APA YANG MERASUKIMU...


ENTAH APA YANG MERASUKIMU...

Sudahlah naak..
Kan kami sudah bilang, jangan dekati dia lagi. Pesta pernikahannya sudah selesai. Dia sudah resmi jadi milik orang. Bukan lagi milikmu yang bisa kau harapkan jadi imammu. Dia lebih memilih yang lain, bukan dirimu. Apa lagi yang kau harapkan?

Harapan memang nafas hidup, tapi batasnya adalah penjaga kematianmu.

Ayolah naak..
Kalau dulu kau selalu ke rumahnya, tak masalah. Karena dia belum milik siapapun. Tapi saat ini kan dia sudah disunting orang. Harusnya sudah selesai. Jangan jadi pengemis begitu.

Gerak cinta itu hanya bisa terhenti oleh akal sehat, bukan belai hebat.

Sadarlah naak..
Lagian tak baik dilihat tetangga. Kau tak malu kalau musuhmu dulu yang sering kau sebut berudu itu mengejekmu? Mereka bilang, "Jiaaaah, akhirnya pacarmu ke rumahku juga. Dulu kami kau caci maki, sekarang pacarmu malah jadi anggota keluarga kami, yeeee....malu!"

Orang hanya mencatat hadirmu, tapi tak bisa melihat gemuruh hatimu meski berpadahal.

Istighfarlah naak..
Jangan menyiksa diri begitu. Kau akan terus sulit dan berusaha membela dirinya. Padahal apa yang dikatakan oleh keluarganya mulai ngawur setelah pernikahan dengan pilihannya. Tapi kau masiiih saja membelanya. Tak letih hatimu nak?

Bujuklah hatimu karena temboknya yang menjulang bukan karena tungkaimu yang tak panjang.

Kau dengar berita tadi pagi? Soal ELJIBITI yang ditolak jadi CPNS. Keluarganya tak setuju lho.. Dan kaupun mulai cari pembenaran atas itu kan? Kau capek menulis sanggahan. Kau akan lelah karena kau menjaga hati dan pikiran orang sementara tiap menit mereka bisa melakukan dan mengucapkan apapun.

Kau seperti menadah hujan misteri. Entah air, batu atau api yang turun dari lidah angkasa.

Belajarlah bersikap naak..
Kalau dulu kalian sejalan dan selalu seiya sekata. Sekarang dia sudah berhaluan lain. Tapi kenapa kau masih saja bertautan dengan dia. Ambillah sikap sebagai pribadi yng kuat. Kalau kau terus mengintilnya meski dia sudah di istana barunya, sejatinya kau lemah. Gamang dan tak punya pegangan kuat. Jiwamu rapuh dan kau sakit nak!

Kau tak nungkin sanggup menunda hujan, tapi kau bisa memilih para pelepah atau rumah singgah.

Sudah ya nak..
Ini nasihat lho, jadi jangan marah yaa. Keluar rumah dan bergabunglah dengan teman-temanmu yang lebih ceria, lepas berbahagia dan penuh daya hidup tanpa terus nemikirkan idola hati yang tak lagi menatap hatimu..

Salam Cinta
Salam Merah Putih

(By Yanto Hendrawan)

loading...
Loading...