Rocky Gerung: Buzzer Diusir, Oposisi Dijamu


[PORTAL-ISLAM.ID]  Pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dengan Presiden Joko Widodo di Istana, menjadi dinamika jelang pengumuman kabinet pemerintahan. Hal ini turut disorot pengamat sosial politik Rocky Gerung.

Namun, Rocky menyinggung buzzer Istana yang diusir dengan pertemuan Prabowo yang notabene tokoh oposisi.

"Buzzer diusir, oposisi dijamu," demikian cuitan Rocky Gerung dikutip dari akun Twitternya @rockygerung, Sabtu 12 Oktober 2019.

Rocky dalam beberapa cuitannya menyindir buzzer yang keluar dari Istana. Salah satunnya, ia mengklaim sudah mengingatkan bahwa keberadaan buzzer Istana tak memahami keberagaman negara.

Maka dengan kondisi negara seperti ini, Jokowi selaku Presiden menurutnya menyesal.

"Dulu gue udah ingetin Ndro, buzzer istana itu gak paham keragaman negeri ini. Sekarang presiden kena sialnya. Nyesel belakangan," demikian cuitan Rocky sebelumnya.

Sebelumnya, pihak Istana yang disuarakan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko berharap buzzer-buzzer pendukung Jokowi di sosial media agar lebih cermat. Ia meminta, agar pasukan siber di medsos itu tak menyuarakan pembelaan, namun menjadi destruktif bagi pemerintahan Jokowi.

"Dalam situasi sekarang, relatif sudah enggak perlu lagi buzzer-buzzer-an. Tapi yang diperlukan, dukungan politik yang lebih membangun. Bukan dukungan yang bersifat destruktif," kata Moeldoko di Istana Jakarta, Jumat, 4 Oktober 2019.

Sementara itu, pada Jumat kemarin, 11 Oktober 2019, Prabowo menyambangi Jokowi di Istana untuk bertemu. Momen pertemuan itu berlangsung akrab dan tampak Prabowo sebagai tokoh oposisi dijamu.

Isu mencuat, pertemuan ini membahas jatah Partai Gerindra mendapat kursi menteri di kabinet. Padahal, Prabowo adalah rival Jokowi di Pilpres 2019.
Baca juga :