Untuk Pertama Kalinya! Akhirnya Rakyat Mesir Turun ke Jalan Menuntut As-Sisi Lengser


[PORTAL-ISLAM.ID] Ribuan orang Mesir berdemonstrasi di Kairo dan di berbagai provinsi pada Jumat malam (20/9/2019) menuntut pengunduran diri Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi.


Aksi ini dipicu oleh seruan yang dibuat oleh pengusaha Mesir Mohamed Ali, yang bekerja sebagai kontraktor dengan tentara Mesir selama beberapa tahun, yang baru-baru ini mulai menyiarkan video yang mengungkapkan korupsi Presiden Mesir Abdel Fatah al-Sisi dan istrinya serta sejumlah komandan pasukan.

Whistleblower Mesir yang berusia 43 tahun itu telah merilis lebih dari selusin video dari pengasingan di Spanyol, menuduh bahwa para pejabat menyalahgunakan jutaan dana publik untuk proyek pribadi mereka.

Demo menuntut lengsernya As-Sisi merupakan yang pertama sejak mantan jenderal angkatan darat itu merebut kekuasaan melalui kudeta terhadap presiden sah Mesir Muhammad Mursi pada 3 Juli 2013.

Video yang diposting di media sosial pada hari Jumat menunjukkan para demonstran berkumpul di Tahrir Square, Kairo, tempat pemberontakan 2011 yang menggulingkan diktator Hosni Mubarak.

Para pengunjuk rasa juga berkumpul di Alexandria, Suez dan Gharbiya untuk menyerukan diakhirinya kekuasaan Sisi.

"Orang-orang ingin menggulingkan rezim," teriak demonstran di Tahrir Square, menurut video yang diposting di Twitter, menggemakan nyanyian Revolusi Arab Spring 2011.

Para pengunjuk rasa telah turun ke jalan-jalan, berkumpul dalam kelompok-kelompok kecil meneriakkan "pergi" dan "turun bersama Sisi Mubarak".

Sebagian besar toko-toko di pusat kota yang biasanya tetap buka Jumat malam tutup.

Protes dimulai di ruang virtual, karena tagar anti-Sisi telah tren selama berminggu-minggu di media sosial di tengah meningkatnya frustrasi dengan kondisi ekonomi dan kurangnya kebebasan di negara itu.

Menjelang Sabtu pagi di Mesir, tagar # ميدان_التحرير (#Tahrir Square) adalah salah satu tren terpopuler di seluruh dunia di Twitter.

Tahrir Square merupakan tempat yang jadi icon Arab Spring 2011 yang melengserkan Hosni Mubarak.
Sumber: AljazeeraMEE

Loading...