MUI: Shalat Istisqa Sebaiknya Sesuai Sunah, Di Lapangan, Didahului Puasa dan Tobat Yang Sebenar-benarnya


[PORTAL-ISLAM.ID]  Presiden RI Joko Widodo ikut melaksanakan shalat minta hujan (istisqa) di Masjid Amrulloh, Kompleks TNI AU, Lanud RSN, Pekanbaru, Riau pada Selasa (17/9/2019) sebelum meninjau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Riau. Pelaksanaan shalat tersebut menjadi salah satu upaya menanggulangi karhutla. Diharapkan hujan yang mengguyur mampu meredam api.

Shalat istisqa di masjid ini banyak menjadi pertanyaan warganet.

Apakah boleh shalat istisqa di masjid? Boleh. Namun sesuai sunnah shalat Istisqa sebaiknya dilaksanakan di lahan terbuka seperti lapangan.

Hal ini pernah disampaikan Wakil Ketua Umum MUI Yunahar Ilyas.

"Sunahnya tidak di masjid kecil, di tempat elite, bahkan dianjurkan untuk berpakaian sederhana," kata Wakil Ketua Umum MUI Yunahar Ilyas, seperti dikutip dari Republika.co.id.

"Semakin banyak yang ikut shalat Istisqa kan semakin baik. Kalau di masjid, daya tampungnya tidak banyak," katanya.

Shalat istisqa lebih utama dilakukan di lapangan, sebagaimana dalam hadits ‘Aisyah Radhiyallahu’anha disebutkan:

فأمر بمنبر فوضع له في المصلى

“Lalu beliau (Rasulullah) memerintahkan untuk meletakkan mimbar di tempat tanah lapang”

Juga dalam hadits Abdullah bin Zaid Al Mazini:

أن النبي صلى الله عليه وسلم خرج إلى المصلى ، فاستسقى فاستقبل القبلة ، وقلب رداءه ، وصلى ركعتين

“Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam keluar menuju lapangan. Beliau meminta hujan kepada Allah dengan menghadap kiblat, kemudian membalikan posisi selendangnya, lalu shalat 2 rakaat” (HR. Bukhari no. 1024)

Mengenai shalat Istisqa, Yunahar menjelaskan, ada beberapa syarat dan sunah Rasulullah yang perlu dilakukan sebelum pelaksanaan shalat meminta hujan ini. Yang pertama diawali dengan puasa tiga hari.

"Shalat Istisqa sebaiknya diawali dengan berpuasa tiga hari," ujarnya.

Berikutnya, melakukan pertobatan.

"Untuk melaksanakan Istisqa kita harus benar-benar tulus bertobat atas kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat selama ini," ujar Yunahar.

Loading...