BLUNDER! Tuding Habib Novel Benci NU karena Kecam Film The Santri, Aleg PKB DIHAJAR Warganet


[PORTAL-ISLAM.ID]  JOKO SEMBUNG KE GUNUNG MERBABU, KAGA NYAMBUNG, BU!!

Begitu mungkin ungkapan paling tepat untuk melukiskan keblunderan cuitan Khozanah Hidayati, aleg DPRD Prov Jatim asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) saat menanggapi tautan berita berisi kecaman keras Habib Novel Bamukmin tentang film The Santri.

Dalam cuitannya, Mbak Ana, panggilan akrab Khozanah, menyebut Habib Novel membenci NU (ormas Nadhlatul Ulama).

"Astaghfirullah! Bencimu terhadap NU kok parah amat Kang!", cuit Khozahan melalui akun twitternya, @ana_khoz.
Padahal, dalam artikel berita yang dikutip Khozanah, tak ada satu kata pun Habib Novel mengecam NU.

Berikut kutipan lengkap artikel berita mengenai kecaman Habib Novel.

Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin mengecam film The Santri yang akan tayang pada Oktober 2019 mendatang.

Pasalnya, film garapan dari Livi Zheng tersebut ia anggap menyesatkan dan bertolak belakang dengan ajaran Islam di pondok pesantren. Bahkan, ia menyebut film tersebut tidak sejalan dengan akidah Islam sehingga ia beranggapan film ini lebih berbahaya dibanding film porno.

"Film itu mengusung paham sekularisme, pluralisme, dan liberalisme yang sudah difatwakan oleh MUI Pusat pada 2005 No. 7 yang menyatakan bahwa paham sipilis (sekulerisme, liberalisme, pluralisme, dan sosialisme) itu sesat," jelas Novel kepada awak media, di Jakarta, 17 September 2019.

"Film ini lebih bahaya dari film porno karena menegaskan kesehatan di atas agama," imbuhnya.

Alasan lainnya, ia menuding Livi Zheng tidak paham dengan Islam sehingga membuat ajaran agama dibuat sesat dan bersifat komersil.

"Itu juga jadi alasan kami mengapa menolak film tersebut," pungkasnya, seperti dilansir Jitunews.

Tak pelak, keblunderan cuitan Khozanah pun memancing reaksi warganet.

"1. Pak Novel samasekali ga menyinggung NU dlm prnyataannya. 2. Kok ibu ujug2 menyambungkannya ke NU? Mksd ibu apa? 3. Ibu ini anggota dewan, hrsnya mnjd cnth yg baik utk masyarakat, bgmn hrsnya akal digunakan, bukan mnjd contoh akal yg disimpan.. 😌," cuit @see_y08.

"Aku juga heran 😲 dimana ada kata-kata yg menyudutkan atau menyindir NU ya? Kok sdh menuduh Novel Bamukmin membenci NU?" cuit @JabreakYudha.

"Jgn dipelintir Mbak. Itu bkan benci NU. Tpi benci pd fillm yg justru mendiskreditkan NU dan santri. Gunakan sedikit lah otak itu," cuit @TengkorakSiluma.

"KPK menangkap orang NU yg korupsi Trus KPK anti NU gitu? Bego ya bego aja bu, jangan bawa2 NU," cuit @logic_editor.

"Astaghfirullah, goblokmu kok parah amat jeng," cuit @royal_dudeness.

"Kok bisa situ kaitkan dng NU? Emang ada hubungan apa itu film sama NU?!" cuit @lexwok72.

"Astagfirullah...wakil rakyat tapi ga punya kuota data buat buka isi berita. Semiskin itukah anda baik nalar maupun keuangan ampe ga bisa beli kuota data. GA ADA KATA NU DISITU. Ini wakil rakyat apa provokator sih 😌 Mentri sekelas tarkam," cuit  Dudy @DudyDam_ · Sep 22 Replying to @ana_khoz

"Ini orang... .. kami ngecam filmnya bukan mengecam NU. Dasar tweet pengadu domba. Sy jga NU tapi bukan Islam Nusantara," cuit  @SopianTibet.

"Dimana letaknya kalimat jika Novel menyebut nama NU? Barangkali ibu bisa sempatkan komunikasi dengan Buya Yahya...🙏," cuit @HumairaNurry.
Loading...