Waketum Gerindra: Aksi Slonong Boy Menteri ESDM Perlu Diperhatikan Jokowi Dalam Menyusun Kabinet


[PORTAL-ISLAM.ID]  Kecaman terhadap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan karena memimpin upacara dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Mimika, hari Sabtu lalu 17 Agustus 2019 juga disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono.

Tindakan Jonan yang disebut Arief sebagai aksi  “slonong boy” dapat dikategorikan sebagai perbuatan yang benar-benar tidak menghormati Pemerintah Daerah Mimika.

“Ini sama saja Jonan menganggap Pemda Mimika dimana lokasi Freeport tempat Jonan memimpin upacara HUT RI  bukanlah Pemda yang mesti di  kulonuwunin atau seenggak-enggaknya memberitahu Pemda Mimika,” ujar Arief yang juga dikenal sebagai tokoh buruh.

Dengan demikian, sambungnya, sangat wajar apabila Bupati Mimika memprotes keras apa yang dilakukan Jonan itu.

“Jangan-jangan Polres dan Kodim di Mimika juga tidak tahu Jonan memimpin HUT RI di Freeport. Wah ini bahaya ya sebab keadaan keamanan di sekitar Freeport kurang kondusif,” ujar Arief lagi.

Dia juga mengatakan, Presiden Joko Widodo saja setiap kali melakukan kunjungan ke daerah pasti mengundang dan menemui pejabat Pemerintah Daerah.

“Ini baru sekelas Menteri aja kok udah jumawa banget ya,” imbuhnya.

Arief Poyuono juga mengatakan, apa yang disampaikannya ini adalah masukanm bagi Jokowi yang sedang menyusun kabinet.

“Nah Kangmas Joko Widodo ini masukan dari saya. Jangan lagi menteri seperti Jonan ini dijadikan anggota kabinetnya  Kangmas. Sama Pemda Mimika yang merupakan kepanjangan tangan pemerintahan Kangmas saja tidak dia anggap,” kata Arief kepada redaksi.

Dia juga mengingatkan, pemadaman listrik secara massal di banyak kota di Pulau Jawa turut menjadi catatan negatif untuk kinerja Menteri ESDM Jonan.

Sumber: RMOL
Loading...