Pesan Mbah Moen Kepada Fahri Hamzah: “Jagalah Keummatan dan Kebangsaan. Tidak boleh ada pemisahan. Menjaga Agama adalah menjaga Negara”


[PORTAL-ISLAM.ID] Wakil Ketua DPR RI yang juga penggagas Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) Fahri Hamzah silaturrahim ke Mbah Moen (Kyai Haji Maimun Zubair) di Rembang, Senin, 11 Maret 2019.

Keduanya berbincang panjang mulai dari Sejarah Islam, Ilmu Fiqih, urgensi pemahaman Bahasa Arab dll selama hampir dua jam.

Inti nasihat Mbah Moen: “Jagalah keummatan dan kebangsaan. Tidak boleh ada pemisahan. Menjaga agama adalah menjaga negara”.

Fahri Hamzah dan rombongan mendapatkan wejangan tentang agama dan Kebangsaan dari Mbah Moen, lalu menikmati hidangan khas Rembang dari kyai alim tersebut, dan terakhir dido'akan banyak kebaikan dunia dan akhirat oleh beliau.

"Wajar saja kami mengucap syukur. Ini kenikmatan luar biasa," kata Fahri.

Diantara wejangan Mbah Moen kepada kami antara lain; pertama, hargailah perbedaan yang terjadi diantara sesama anak bangsa. Sebab, perbedaan itu yang membuat kehidupan Kebangsaan kita berwarna-warni.

Kedua, bersyukurlah atas seluruh yang terjadi di negeri ini. Takdir sejarah yang terjadi adalah cara Allah mengantarkan negeri kita sampai ke kondisi sekarang ini.

Ketiga, beramar ma'ruf lah bil hal. Bersihkan hati ketika ingin melakukan kerja perbaikan pada negeri ini.

Keempat, sejarah Islam adalah sejarah perbedaan. Tapi, sepanjang umat Islam menegakkan ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah, maka bangsa ini akan besar dan sulit untuk dipecah-belah.

Kelima, Islam bukanlah milik bangsa Arab semata. Tapi milik seluruh manusia yang semua berhak mendapatkannya. Bahkan perkembangan Islam di dunia, justru disokong oleh bangsa-bangsa di Asia. Berbagai khasanah Islam muncul karena ijtihad.

Keenam, aktivis Islam harus belajar tentang pendidikan dasar Islam. Bagaimana membaca kitab, bagaimana menerjemahkan kitab, bagaimana berbicara dengan bahasa Quran, agar intisari ilmu agama kita bisa terus terwariskan. Menegakkan Islam dan menyebarkan gagasan keIslaman tidak bisa hanya bermodal semangat.

Ketujuh, perkembangan Islam telah mencapai puncak yang menggembirakan. Umat banyak yang sudah menegakkan shalat, masjid banyak berdiri. Mungkin jumlahnya jutaan di tanah air kita. Semarak kehidupan keagamaan warga harus terus kita jaga. Islam ditegakkan dengan perjuangan, kerja keras dan kerjasama.

Kedelapan, kita harus belajar banyak sejarah perkembangan Islam di tanah air. Agar dapat memetik hikmah dari seluruh rangkaian yang terjadi. Ada tali penyambung antar generasi. Itu tak boleh hilang.

Kesembilan, umat harus kuat secara ekonomi. Sokoguru kebangkitan salah satunya adalah kekuatan ekonomi kita.

Cuplikan videonya:
loading...
Loading...