Setelah Kemenangan Partai Sekuler, Istanbul akan Ambil Tindakan Toko Berpapan Nama Arab


[PORTAL-ISLAM.ID] Kantor Gubernur Istanbul mengumumkan akan mengeluarkan peringatan ke ratusan tempat kerja atau toko di provinsi tersebut untuk mematuhi undang-undang dan memastikan bahwa sebagian besar papan nama mereka ditulis dalam bahasa Turki.

Dalam pernyataan pers hari Rabu, 3 Juli 2019, seperti dilansir media Turki Hurriyet, kantor gubernur mengatakan telah mulai bekerja untuk memastikan bahwa papan nama toko harus dalam bahasa Turki dan Arab.

Dikatakan, papan nama di semua 39 distrik akan diubah dan “skema percontohan” akan dimulai di distrik Fatih, Zeytinburnu dan Bayrampaşa, tempat sebagian besar komunitas migran (Suriah) tinggal.

“Sekitar 730 tempat kerja telah diperingatkan untuk memperbaiki isi rambu-rambu toko pada waktu yang wajar,” pernyataan itu menekankan,  bahwa pemilik toko yang gagal mematuhi peraturan akan menghadapi hukuman hukum.

Menurut peraturan yang ditetapkan oleh Turkish Standards Institute (TSE), rambu-rambu toko di Turki harus menyertakan setidaknya 75 persen konten Turki. 25 persen sisanya dapat mencakup ekspresi dalam bahasa asing, menurut TSE.

Sekitar 98 toko di Zeytinburnu dan 38 toko di Bayrampaşa ditengarai “tidak sesuai dengan standar,” menurut pihak berwenang.

“Inspeksi akan dilakukan bersama-sama dengan kantor gubernur, direktorat keamanan provinsi, kantor gubernur kabupaten, kotamadya dan direktur provinsi otoritas imigrasi Kota Istanbul,” kata pernyataan itu.

Kantor gubernur mengatakan instruksi kepada pemilik toko untuk memasang papan nama sesuai dengan “standar Turki” diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri Turki.

Kemenangan partai tokoh oposisi sekuler dari Partai Rakyat Republik (CHP), Ekrem Imamoglu, semakin mengisyaratkan kekurangramahan terhadap pengungsi Suriah. Berbeda jauh dengan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) pimpinan Erdogan.

Menurut Dewan hak asasi manusia PBB, Turki saat ini menjadi tuan rumah bagi 4 juta pengungsi Suriah yang terdaftar, 3.6 juta di antaranya adalah orang yang dipaksa mengungsi dari Suriah.

Lebih dari setengah juta Suriah terdaftar sebagai tinggal di Istanbul, menurut kementerian dalam negeri Turki.

Lebih jauh ke Selatan, Kota Gaziantep, Sanliurfa dan Hatay masing-masing telah diambil di ratusan ribu pengungsi, yang sesuai dengan 21, 21 dan 26 persen dari populasi mereka masing-masing, menurut Kementerian dalam negeri.

Dalam Kilis, 80 persen penduduk terdiri dari pengungsi Suriah, menurut Kementerian.

Sumber: Hurriyet
Terjemahan: Inside

Baca juga :