Anies Jadi Pembicara di Forum Pemimpin Sedunia, PDIP Berang


[PORTAL-ISLAM.ID]  PDIP mengkritik kunjungan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Kolombia. Menurut PDIP, Anies seharusnya fokus melayani warga.

"Ya bukan masalah negatif positif ya, tetapi hanya bisa skala prioritas. Artinya begini, Pak Anies kan sendirian di Jakarta. Dengan Pak Anies sendirian, maka Pak Anies harus memprioritaskan mana yang harus dikerjakan. Karena dia sendiri lo. Beda kalau ada wakil, makanya seharusnya Pak Anies memprioritaskan memberikan pelayanan kepada rakyat Jakarta bukan keliling-keliling dunia. Bukan ke Kolombia tidak penting tetapi kan kita bicara sekala prioritas gitu," kata Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, kepada wartawan, Selasa (9/7/2019), seperti dilansir detikcom.

Tanggapan berbeda disampaikan fraksi lain. Partai Golkar DKI Jakarta mendukung langkah Gubernur Anies Baswedan untuk menghadiri undangan World Cities Summit Mayors Forum (WCSMF) di Kolombia. Bagi Golkar, Jakarta bisa mengambil pelajaran dari negara lain.

"Saya apresiasi ketika eksekutif, khususnya Gubernur, bisa lakukan studi banding ke negara lain. Pelajari negara lain, menambah wawasan pemahaman, pengetahuan dan membuka hubungan agar Jakarta dikenal, Indonesia dikenal di seluruh dunia," ucap Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta, Ashraf Ali, Selasa (9/7/2019).

"Banyak hal dipelajari di satu kota, baik sistem pemerintahan, penanganan sosial, kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, tata ruang. Kita dukung dalam rangka memajukan kota Jakarta," ucap Ashraf.

Ashraf pun tidak menutup rasa bangga tahu Anies akan berpidato WCSMF. "Kebanggaan dong bagi Jakarta, Gubernur jadi pembicara," kata Ashraf.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menghadiri World Cities Summit Mayors Forum (WCSMF) ke-10 di Plaza Mayor Medelln Conventions and Exhibitions, Medellin, Kolombia pada 10-12 Juli 2019. Kehadiran Anies memenuhi undangan sebagai pembicara di forum tersebut.

Pada tahun ini, WCSMF mengangkat topik kepercayaan atas kota dengan tema utama 'Liveable and Sustainable Cities: Building a High Trust City' (Kota Layak Huni dan Berkelanjutan: Membangun Kota dengan Tingkat Kepercayaan Tinggi).

"Forum ini adalah forum tahunan yang akan diadakan untuk ke-10 kalinya. Saat ini, kita tinggal pada era di mana kompetisi di antara kota dan daerah tumbuh dengan pesat," kata Anies dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/7).

Untuk diketahui, WCSMF merupakan forum internasional tahunan yang dihadiri oleh 74 Pemimpin Kota terpilih dunia. Tujuan penyelenggaraan forum ini sebagai upaya bersama dalam menjawab tantangan perkotaan, serta saling bertukar pikiran dan pengalaman, agar terbentuk kota dan wilayah perkotaan yang lebih baik bagi warganya.

Setiap anggota WCSMF yang hadir juga diharapkan mampu memperlihatkan transformasi kota dengan ciri-ciri, antara lain tingkat kepercayaan yang tinggi antara pemerintah dengan warganya, pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan berbasis komunitas (community action), dan penguatan kepercayaan kepada pemerintah melalui ruang terbuka publik.

"Namun, di samping tujuan itu, forum ini merupakan forum yang sangat berharga untuk mendapatkan gagasan dari para Pemimpin Kota di seluruh dunia terkait pemahaman yang lebih baik untuk kota yang berkelanjutan," terang Anies.

Perlu diketahui, rangkaian kegiatan WCSMF 2019 akan terdiri dari dua sesi diskusi utama, sedangkan Anies menjadi pembicara pada sesi kedua dengan tema "Enhancing Economic and Environmental Security".

Selain itu, Anies juga akan menjadi pembicara dalam C40 High-Level Event, yaitu Roundtable Discussion (Diskusi Meja Bundar) dengan tema 'How to make low carbon mobility in cities a bigger movement?' (Bagaimana cara menekan angka karbon dalam kota sebagai suatu gerakan besar bersama).

C40 sendiri merupakan jaringan kota megapolitan dunia yang berkomitmen bersama-sama untuk mengentaskan masalah perubahan iklim, dengan beranggotakan 94 kota yang berafiliasi, dan Jakarta adalah satu-satunya kota yang mewakili Indonesia.

Dalam kunjungan kerja kali ini, Gubernur juga direncanakan akan melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pembangunan Nasional Singapura, Lawrence Wong; Wali Kota Medellin, Federico Gutirrez dan Wali Kota Seoul, Park Won-soon.

Selama di Kolombia posisi Anies sebagai Gubernur DKI akan digantikan oleh Sekretaris Daerah DKI Saefullah. Ia akan menjadi Pelaksanatugas Harian Gubernur DKI Jakarta hampir seminggu.

Loading...