Wasekjen MUI: Fitnah dan Tuduhan Makar Pada 2 Jenderal TNI Sangat Menyayat Hati


Setia pada NKRI...?

Sebagai pensiunan Pegawai Negeri Sipil yang dahulu susah payah testing PNS sehingga dapat menyingkirkan 150 orang pesaing lainnya kami merasakan betul pahit dan getirnya berjuang di NKRI tercinta. Besar gaji yang tidak seberapa membuat kami mesti pandai memilah milih dalam memenuhi kebutuhan hidup dengan cara halal dan terhormat. Menambah kerja mengajar di swasta, bernyanyi, mencipta lagu, mengajar private di rumah beberapa orang kaya, sampai menulis ijazah kami lakukan asal halal dan terhormat.

Kini telah berlalu masa itu sehingga pensiun. Sebagai seorang guru kami merasakan betul buah dari itu semua. Kesetiaan dan kecintaan kepada NKRI. Negeri tempat tumpah darah, tempat bekerja, tempat wafat, dan meninggalkan anak cucu hidup di dalamnya. Mustahil terbetik secuilpun keinginan untuk makar dan membuat NKRI tergadai apalagi terjual pada pihak asing dan terpecah belah. Jika pun kami dkk bersuara agak keras selama ini, itu adalah karena keinginan agar NKRI ke dapan semakin membaik...

Kini dua orang anggota purnawirawan TNI kelas tinggi yang sudah mendharma-baktikan usia, tenaga, pemikiran, airmata, dan darah mereka puluhan tahun untuk NKRI ditangkap dan dituduh makar? Kami yakin mereka menangis bukan karena ruangan dipenjara. Tapi lebih dari itu, mereka menangis karena tuduhan makar itu sangat menyayat kulit, daging, jiwa, dan hati sanubari mereka. Kami dapat merasakan kepiluan itu membakar jiwa mereka karena tuduhan makar itu bagi mereka adalah lebih ganas dari racun manapun di dunia ini bagi mereka.

Wahai mantan Kaskostrad RI dan mantan Danjen Kopassus catatkan kami dan murid murid kami, serta jutaan warga NKRI lainnya tidak percaya akan hal itu. Kami yakin akan kesetiaan tuan tuan atas NKRI.

Bersabarlah...
Waktu akan membuktikan itu, walau kami tidak perlu sedetik waktupun untuk meyakininya...

Ya Allah perlihatkanlah kepada kami yang batil itu batil agar kami bisa menghindarinya. Dan yang benar itu benar itu benar agar kami bisa mengikutinya. Amin...

Jakarta, 31 Mei 2019

KH Tengku Zulkarnain
(Wasekjen MUI)