Nahloh! Pendatang Baru di Jakarta Terbanyak dari Jateng, Warganet: Den Ganjar, Jateng Ini Provinsi Kismin dan Kurang Lapangan Pekerjaan?


[PORTAL-ISLAM.ID]  Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta Dhany Sukma menyebut Jawa Tengah sebagai provinsi yang menyumbang pendatang terbanyak ke Jakarta.

"Jawa Tengah paling banyak masuk, kedua Jawa Barat," kata Dhany di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/6/2019).

Namun, ia tidak menyebutkan berapa pendatang dari Jawa Tengah ke Jakarta. Demikian juga dengan persentasenya.

Menurut Dhany, kesimpulan ini didapat dari pendataan yang dilakukan Dukcapil tiap tahunnya. Data yang sama juga menunjukkan, mayoritas pendatang menetap di Ibu Kota untuk mengadu nasib. Sebagian besar bekerja di sektor swasa.

"Kalau dari data yang masuk ke kita, mayoritas, 31 persen, di sektor swasta," ujar Dhany.

Setelah bekerja, alasan kedua datang ke Jakarta yakni untuk sekolah. Porsinya kurang lebih 23 persen dari total pendatang.

"Apalagi berbarengan kelulusan anak sekolah sehingga mereka datang banyak juga menimba ilmu dan sekolah," ujar Dhany.

Para pendatang ini mulai didata sejak H+7 Lebaran. Pendataan awal dilakukan pengurus RT dan RW serta kader Dasawisma.

Setelah mendata, Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil masing-masing wilayah akan menetapkan lokasi yang banyak pendatangnya.

Di sana, Dukcapil akan menyediakan layanan pencatatan sipil bagi pendatang. Pelayanan yang sekarang bernama Pelayanan Bina Kependudukan ini akan digelar pada 14-25 Juni 2019.

Sumber: Kompas

Berita ini pun ramai dikomentari warganet.

"Mungkin mereka hijrah, krn bosan punya gubenur rasa pak kepala desa wak haji πŸ˜‚," cuit @vjmiko_.

"Untungnya Mereka para Pendatang enggak datang ke Jawa Barat, bisa disuruh balik sama RiKa kalo gak punya Skill! HaHaHaaaa πŸ‘πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚," cuit @iieMndz.

"Kirain udah pada kaya, kok kemarin hura2 habis 18 m ?" cuit @kulibangunan168.
Loading...