Kehilangan Barang Langsung Diundang Jokowi ke Istana, Yang Kehilangan Nyawa Boro-boro Diundang, Belasungkawa Pun Tak Ada


[PORTAL-ISLAM.ID]  Sungguh kehabisan kata-kata melihat kelakuan Presiden ini...

Yang kehilangan barang dagangan, hanya selang 2 hari abis kejadian sudah diundang ke Istana. Seakan presiden ini orang yang paling peduli, baik hati, sangat perhatian kepada rakyatnya, diberi bantuan.

Sementara yang kehilangan anak, tewas mengenaskan ditembak, peluru panas menembus dada dan tubuhnya... jangankan keluarga diundang ke Istana, bahkan ucapan belasungkawa pun tak ada.

Ya Allah Ya Rabb....

Apa kau kira pemimpin tak akan diminta pertanggungjawaban kelak di akirat???

Jangankan nyawa manusia, bahkan nasib binatang pun akan dimintai pertanggungjawaban dari pemimpin negeri itu!

Amirul mukminin Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu yang terkenal tegas dan tegar dalam memimpin kaum muslimin tiba-tiba menangis, dan kelihatan sangat terpukul.

Informasi salah seorang ajudannya tentang peristiwa yang terjadi di tanah Iraq telah membuatnya sedih dan gelisah. Seekor keledai tergelincir kakinya dan jatuh ke jurang akibat jalan yang dilewati rusak dan berlobang.

Melihat kesedihan khalifahnya, sang ajudan pun berkata: “Wahai Amirul Mukminin, bukankah yang mati hanya seekor keledai?”

Dengan nada serius dan wajah menahan marah Umar bin Khattab bekata: “Apakah engkau sanggup menjawab di hadapan Allah ketika ditanya tentang apa yang telah engkau lakukan ketika memimpin rakyatmu?”

Dalam riwayat lain dijelaskan Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu berkata, “Seandainya seekor keledai terperosok di Kota Baghdad karena jalanan rusak, aku sangat khawatir karena pasti akan ditanya oleh Allah Ta’ala, ‘Mengapa kamu tidak meratakan jalan untuknya?’.

Itu keledai!

Ini nyawa manusia!

كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ: الْإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

"Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang penguasa adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya..." (HR Bukhori)