Fahri Hamzah: APA KABAR DEMOKRASI KITA


APA KABAR DEMOKRASI KITA

Dalam demokrasi, negara harus membiasakan diri mendengarkan keributan dari mulut rakyat. Negara demokrasi itu rakyatnya cerewet. Coba lihat anak kecil yang sejak kecil aktif, berani  dan “nakal” biasanya anak itu kelak jadi orang hebat. Itu prinsip demokrasi.

Coba lihat anak-anak di negara bebas, sejak awal dilatih untuk percaya diri dan survive serta tidak gampang menyerah. Maka nanti, negara itu tumbuh kuat karena rakyatnya semuanya kuat. Negara kuat itu bukan karena rakyatnya lemah oleh kekuatan negara. Terbalik.

Itulah masa lalu bangsa Indonesia di nusantara ini. Rakyat semenanjung itu maritim mentalitasnya; percaya diri, tahan gelombang, daya tahan kuat,  terbuka dan berani.  Itulah basis dari kekuatan kerajaan-kerajaan pesisir yang terkenal. Sampai kita dipaksa menjadi agraris oleh penjajah.

Lalu, sekarang pada diri mentalitas bangsa kita tumbuh feodalisme agraris terutama elite; lemah, tertutup, gampang menyerah, tidak rasional, jago kandang, nrimo, menindas... dan banyak kultur negatif lainnya termasuk hipokrit. Budaya inilah yang harus kita kikis habis.

Demokrasi adalah kembali kepada jati diri bangsa ini sebelum dijajah dan lalu pada dirinya melekat dan merasuk mentalitas orang terjajah; merasa rendah, tidak percaya diri, kalau diberi kekuasaan jadi sok kuasa dan menindas. Inilah Arah Baru bangsa ini, kita tinggalkan yang lama.

Inilah realitas baru bangsa kita. Demokrasi dan kebebasan yang kita perjuangkan dengan tenaga. Terimalah kenyataan itu. Terimalah kebebasan dan terimalah akibatnya. Negara harus hadir memelihara kebebasan itu bukan menguranginya.  Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi.

(Twitter @Fahrihamzah 17/5/2019)