Hanura Terancam Gagal Lolos ke Senayan, Perang Cekcok Wiranto dan Pengurus


[PORTAL-ISLAM.ID] Hitung cepat sejumlah lembaga survei, menempatkan Hanura sebagai partai yang tidak lolos Parliamentary Threshold. Hitung cepat Kompas menunjukkan Hanura hanya memperoleh 1,36 persen, Indo Barometer 1,64 persen, dan LSI Denny JA 1,89 persen.

Pendiri Hanura, Wiranto mengatakan ada perjuangan yang salah sehingga membuat Hanura terancam gagal mendapatkan kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2019-2024. Wiranto menyebut kesalahan tersebut harus menjadi introspeksi.

Wiranto tak merinci kesalahan yang dilakukan sehingga Hanura terancam gagal mengamankan kursi di Senayan.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan Partai Hanura, Benny Ramdhani menyesalkan pernyataan Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto yang mengkritik soal perolehan suara Partai Hanura di Pemilu 2019 yang menurut sejumlah lembaga survei hanya 1 persen.

Menurut Benny, pernyataan Wiranto tidak etis karena rekapitulasi penghitungan suara masih berjalan hingga sekarang.

"Pernyataan itu sekaligus jahat, seharusnya Wiranto selaku pendiri partai tidak mengeluarkan pernyataan tersebut," kata Benny kepada CNNIndonesia.com, Rabu (24/4/2019).

Benny mempertanyakan Wiranto yang melontarkan pernyataan bahwa Hanura kalah.

"Pernyataan ini patut dicurigai. Jangan-jangan beliau adalah bagian dari yang terlibat menghancurkan Hanura," katanya.

Benny mengatakan seharusnya sebagai petinggi partai, Wiranto dapat menahan diri hingga KPU selesai melakukan rekapitulasi suara. Benny pun curiga Wiranto memiliki kepentingan politik agar Hanura terpuruk.

"Jangan-jangan, dia pihak yang ikut bersyukur Hanura seperti sekarang," katanya.

Ketika ditanya soal hasil penghitungan internal Hanura tentang perolehan suara di Pemilu 2019, Benny enggan menjawab.

"Intinya kami fokus hingga perhitungan selesai, saat ini situasi sedang bertaruh untuk mempertaruhkan partai, kami menghormati lembaga survei tapi tunggu KPU," katanya, seperti dilansir CNNIndonesia.


Loading...