OK OCE Sudah Berkontribusi Rp350 Miliar bagi Perekonomian Jakarta


[PORTAL-ISLAM.ID] Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno menyempatkan diri berbelanja di OK OCE Mart saat berkampanye di Cakung, Jakarta Timur. Dia mengatakan OK OCE Mart di Cakung menjadi bukti program itu tidak gagal.

"Banyak yang mempertanyakan ini gagal. Ini buktinya di DKI kita kasih lihat sudah dibuktikan omzet Rp 5 juta per hari," kata Sandiaga di Jalan Pengilingan Blok C, Cakung, Jakarta Timur, Rabu (20/3/2019), seperti dikutip dari detikcom.

Sandiaga mengatakan salah satu penyebab keberhasilan OK OCE di DKI adalah penerapan sistem koperasi. Dengan begitu, menurut Sandiaga, UMKM mendapatkan peluang untuk menjajakan produk.

"Ini milik anggota dan anggota belanja di sini alhamdulillah 70-30 ya produknya, masih banyak yang dari pengusaha besar, tapi nanti makin banyak dari UMKM ini yang akan jadi solusi ekonomi baru Prabowo-Sandi," tuturnya.

Sandiaga juga menjelaskan OK OCE yang sudah dibawa ke nasional. Targetnya, dalam 5 tahun ke depan, bisa program ini bisa membuka lapangan kerja hingga 2 juta.

"Di DKI targetnya 200 ribu pengusaha baru belum dua tahun sudah hampir 100 ribu, jadi hampir setengah tercapai dan insyaallah ini kita angkat ke level nasional kita ingin OK OCE ini membuka peluang bagi 2 juta pengusaha baru pemula baru, kenapa? Karena UMKM ini pencipta 90 persen dari lapangan kerja," jelasnya.

Sukses di DKI Jakarta, program besutan cawapres 02 Sandiaga Uno, OK OCE Indonesia, telah merambah ke seluruh Indonesia.

Ketua Umum OK OCE Indonesia, Iim Rusyamsi, mengatakan OK OCE Indonesia telah berada hampir di seluruh provinsi.

Iim mengungkapkan, OKE OCE telah menyumbangkan Rp350 miliar lebih bagi perekonomian di DKI Jakarta selama 2018.

“Kami optimis kontribusi kami kepada perekonomian Indonesia akan lebih besar, karena di Jakarta saja, peserta OK OCE mampu mengkontribusikan investasi senilai lebih dari Rp350 miliar selama 2018 saja berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan PTSP DKI Jakarta,” kata Iim dalam rilisnya yang diterima redaksi.

Sejalan dengan kampanye politik yang dijalankan oleh Sandiaga Uno, pendiri dari OK OCE Indonesia, diutarakan Iim, OK OCE Indonesia kerap kali mendapatkan berita negatif yang sering mengatakan bahwa program tersebut mengalami kegagalan. Padahal menurutnya, jumlah gerai OK OCE yang sukses dan berjalan lebih banyak dari yang gagal.

“Banyak yang mengatakan kami gagal, tapi hal tersebut tidak benar. Kegagalan adalah pelajaran bagi UMKM tapi mereka bangkit, dan OK OCE Indonesia bersama penggeraknya selalu mendampingi dan menyemangati mereka,” kata Iim.

Terkait adanya satu gerai OK OCE Mart yang tutup dan kerap dijadikan bukti kegagalan OK OCE, dijelaskan bahwa hal itu karena imbas melemahnya perekonomian nasional, itu pun hanya satu yang tutup, pindah lokasi karena sepi pembeli.

“Kan banyak juga gerai toko modern tutup, karena memang ekonomi lagi turun. Otomatis berimbas ke ritel juga, dari 25-an itu hanya satu kok yang tutup, tutupnya karena pindah, sepi pembeli jadi pindah,” ujarnya.

Menurutnya, tak masuk akal jika mengatakan program OK OCE gagal hanya karena satu gerai tutup.

Iim merespons rumor negatif tersebut dengan mengatakan bahwa itu konsekuensi dari pesta demokrasi saat ini.

"Ini konsekuensi dari pesta demokrasi yang ada. Kami tidak patah semangat, bahkan makin berjibaku di lapangan untuk makin banyak melatih teman-teman UMKM," tuturnya.