Jokowi Mendadak Bertemu CEO Bukalapak, Tagar #UninstallJokowi Yang Mendunia Benar-benar Mengguncang Istana


[PORTAL-ISLAM.ID] Hari ini Jokowi bertemu bos Bukalapak.

Berdasarkan informasi yang dilansir detikcom, pertemuan berlangsung di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Sabtu (16/2/2019) pukul 10.30 WIB. Belum diketahui secara pasti isi pertemuan antara Jokowi dan Zaky.

"Ada apa nih?"

Pastinya, akibat kehebohan yang terjadi kemarin dan hari ini masih jadi pembahasan. Masalah tagar yang jadi trending topik dunia itu memang benar-benar membuat resah istana. Gimana gak resah, kalau persepsi atas tagar itu adalah ungkapan ketidak percayaan masyarakat Indonesia pada sosok yang bernama Jokowi.

#UninstallJokowi
#ShutdownJokowi

Tagar ini bermula dari respon atas tagar #UninstallBukalapak yang digaungkan kubu 01 akibat twit Bos Bukalapak yang menyebut 'presiden baru'.

Tagar #UninstallJokowi dan #ShutdownJokowi yang jadi trend dunia itu mempunyai arti yang sangat spesifik pada nama orang yang disebut. Dalam bahasa politik, tandanya ada ketidakinginan masyarakat atas sosok Jokowi ingin memimpin kembali. Jika hanya menjadi trending di Indonesia, kemungkinan akan dibawa biasa aja, namun jika dunia juga sudah di SUNDUL sama tagar itu..yakin deh, di istana gak bisa digambarkan bagaimana paniknya mereka.

Selama ini mereka membuat wacana bagaimana dunia sangat respek pada Jokowi. Informasi 1 arah mereka bawakan ketika memberitakan Jokowi menjadi pemimpin dunia yang berpengaruh, "katanya".

Namun kala masyarakatnya sendiri yang berbicara #Uninstall dan #Shutdown pada nama Jokowi, bakalan jadi pertanyaan dunia. Selama ini apa yang mereka lihat ternyata berbanding terbalik dengan kemauan rakyat.

"Karena sejatinya, untuk melihat kepemimpinan seorang presiden harus berdasarkan apa kata rakyatnya sendiri."

Jika rakyat nya sudah melambungkan tagar itu sampai ke langit ke-7, warga luar juga gak bodoh-bodoh kali menganggap bahwa Indonesia baik-baik saja dengan sosok Jokowi.

Atas dasar itulah maka muncul pemberitaan bahwa Ahmad Zaky, CEO BUKALAPAK bertemu dengan Jokowi. Gak usah ditanya siapa yang inginkan bertemu, kalau kita sebut Ahmad Zaky yang ingin bertemu dan memohon maaf atas pernyataannya di Twitter, mungkin kita mengucapkan itu sambil tersenyum simpul.

Tapi jika pemerintah yang inginkan pertemuan itu dan mengatur sebuah acara yang akrab nantinya, itu masuk akal banget.

Dramanya begini:

Setelah pertemuan, nanti bisa jadi Ahmad Zaky akan menteralkan semua nya bahwa pertemuan berjalan asyik, pemerintah mendengar semua alasannya dan pemerintah juga menyadari bahwa dana anggaran riset dan pengembangan saat ini memanglah masih sangat minim, dan berjanji di tahun mendatang akan di tingkatkan seolah berjanji pada masyarakat desa yang berharap program keluarga harapan.

Ahmad Zaky mengutarakan permintaan maaf pada Jokowi, Jokowi tersenyum seperti biasanya untuk memperlihatkan ia sangat Arif dan bijaksana. Presiden meminta semua pihak untuk kembali tenang dan tidak lagi meramaikan hal ini, dan tagar yang beredar agar di hentikan.

Dan istana berharap benar-benar tidak ada lagi tagar yang menyundul warga dunia.

Ini lah cara mereka untuk antisipasi kepanikan yang benar-benar nyata di istana. Akibat kebodohan pendukungnya, istana harus menahan malu atas kelakuan mereka.

Apapun yang mereka lakukan, gak akan mengubah persepsi bahwa sosok penguasa istana itu memang sudah tidak diinginkan lagi. Dan nikmatnya, warga dunia pun sudah mengetahui hal itu

Terima kasih Bukalapak, bukan kau yang meminta...tapi mereka yang berharap padamu saat ini.

(Setiawan Budi)

*UPDATE: Ternyata memang Istana yang mengundang