SETAN, YANG MEROBEK ATRIBUT DEMOKRAT


[PORTAL-ISLAM.ID] PEKANBARU - Tak ada angin tak ada hujan, ribuan atribut Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau, dirusak orang tak dikenal, Sabtu (15/12/2018) dini hari. Baliho-baliho bergambar SBY juga turut dirobek dan dirobohkan. Saat meninjau lokasi perusakan bendera, SBY terlihat berusaha menahan amarah. Kader Demokrat bilang, hanya setan yang merobek bendera Demokrat.

SBY sebagai Ketua Umum Demokrat tiba di Pekanbaru, Jumat (14/12). Rencananya, Presiden RI ke-6 itu akan menghadiri sejumlah agenda internal, hingga Senin (17/12). Antara lain, memberikan pembekalan kepada para caleg Demokrat di Hotel Pangeran dan berkunjung ke Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau.

Kunjungan SBY ini untuk bersilaturahmi, karena pernah mendapat gelar adat dari LAM pada Agustus 2007, yaitu: Datuk Seri Indra Setia Amanah Wangsa Negara. Namun, SBY membatalkan agenda terakhir. Karena tak ingin mengganggu LAM, yang memberi gelar adat terhadap Presiden Jokowi, Sabtu (15/12).

Seperti kunjungan ke daerah lainnya, kedatangan SBY di Pekanbaru juga mendapat sambutan meriah dari para kader. Mereka memasang bendera dan umbul-umbul di sejumlah ruas jalan. Terutama dari bandara menuju Kota Pekanbaru. Baliho-baliho besar bergambar SBY dan Ibu Ani dengan foto para caleg, juga menghiasi sejumlah jalan protokol.

Baliho-baliho yang antara lain bertuliskan ucapan selamat datang dari para kader kepada SBY, tersebar di sepanjang Jalan Sudirman. Terutama, di depan Gedung DPRD dan di Hotel Pangeran. Sejak Jumat (14/12), jalanan di Pekanbaru tampak meriah dengan kemunculan atribut sejumlah partai. Bukan hanya Demokrat. Banyak juga bendera partai pendukung pemerintah. Seperti PDIP, Golkar, Nasdem dan PSI.

Pada Sabtu (15/12), ternyata bukan hanya SBY yang ada di Pekanbaru. Presiden Jokowi juga ada di Bumi Lancang Kuning, untuk blusukan dan kampanye. Agenda Jokowi di Pekanbaru kemarin adalah menerima Gelar Datuk Seri Setia Amanah Negara dari LAM Riau, dan membagikan sertifikat tanah.

Kehadiran Jokowi dan SBY benar-benar memeriahkan suasana Pekanbaru. Sepanjang ruas jalan, dipenuhi bendera dan umbul-umbul sejumlah partai. Semuanya seperti sedang berebut perhatian pengguna jalan. Namun, suasana kemarin pagi, benar-benar bikin SBY kecewa. Ratusan bendera dan umbul-umbul Demokrat sudah berserakan di jalanan.

Sebagian sudah dalam keadaan robek atau terpotong. Sebagian lagi dibuang ke parit. Keadaan baliho-baliho juga sama. Berserakan di jalanan. Beberapa baliho terlihat sobek di bagian tengah, seperti disayat pisau. Sebagian tepat terpotong di bagian kepala atau leher SBY. Anehnya, hanya atribut Demokrat berjatuhan. Atribut partai lain seperti milik PDIP, Golkar, Nasdem dan PSI masih berkibar dan berdiri tegak. Rupanya, ada sekelompok orang yang merusak atribut Demokrat itu. Dari laporan polisi, atribut dirusak pada pukul 2 dini hari.

Kabidhumas Polda Riau, Kombes Sunarto mengatakan pihaknya sudah menangkap satu orang terduga pelaku, dan sudah diamankan oleh Polresta Pekanbaru. Sunarto menjelaskan, terduga pelaku merupakan seorang laki-laki bernama Heryd Swanto. Namun, ia belum menjelaskan secara rinci motif tindakannya. "Masih dilakukan pemeriksaan," ujar Kombes Sunarto.

Perusakan bendera dan atribut tersebut benar-benar bikin marah kader Demokrat. Sepanjang hari kemarin, cuitan kemarahan itu lalu-lalang di linimasa Twitter. Wasekjen Demokrat Andi Arief menyebut dari pengakuan pelaku yang ditangkap polisi, perusak atribut partai berjumlah 35 orang yang dibagi ke dalam 5 kelompok. Satu regu terdiri dari  7 orang. Mereka dibayar 150 ribu per orang. "Yang menyedihkan, pemberi order dari Partai berkuasa," cuit @andiArief__, Sabtu (15/12).

Kata Andi, di era Orde Baru yang otoriter saja, atribut PPP dan PDI tetap diberi kesempatan tampil. Tidak dirusak masal. Cara Orde Baru atau Golkar waktu itu, membuat atribut di tempat yang sama, dengan lebih besar dan menutupi atribut PPP dan PDI. "Itu cara orang politik. Bukan dengan merusak," ucapnya.

Warganet turut menyampaikan simpati kepada SBY. Mereka menuding pelaku perusakan adalah setan.

"Sabar ya, Pak. Dari dulu, pasukan merah itu mental preman semua. Sekarang, mereka dapat teman baru, partai setan yang gak kalah beringasnya," kicau @saefulmustopa.

"Saat ini, mungkin para setan itu merasa di atas angin, sehingga dapat melakukan apa pun. Tapi, doa kami tetap untuk Pak SBY," kicau @setiawan_joni8 sambil menuliskan tagar #KamiBersamaSBY.


(Sumber: Koran RAKYAT MERDEKA)