Prabowo-Sandi Akan Menciptakan Stabilitas, Kepastian Hukum, Keadilan, Pemerintah Yang Bersih




"Prabowo-Sandi akan membawa stabilitas, kepastian hukum, keadilan, pemerintahan modern yang bersih - situasi terbaik bagi para pemimpin usaha untuk menciptakan pekerjaan yang layak bagi rakyat Indonesia." [Prabowo Subianto]

SINGAPURA - Calon presiden Indonesia, Prabowo Subianto bersumpah untuk mendorong reformasi bagi terciptanya pemerintah yang bersih dan kepastian hukum untuk menarik bisnis.

Hal ini disampaikan Prabowo di acara The Economist's The World Ini Gala Dinner 2019 yang diadakan di Grand Hyatt Hotel di Singapura pada Selasa 27 November 2018 yang dihadiri lebih dari 500 audiens yang berprofesi sebagai pengambil kebijakan di sektor perbankan dan sejumlah CEO perusahaan-perusahaan besar.

"Jika saya terpilih, perhatian saya dan semangat saya akan menciptakan birokrasi yang rasional, modern, demokratis dan bersih, pemerintahan yang bersih, dan saya pikir ini adalah lingkungan terbaik untuk majunya bisnis (dunia usaha)," ungkap Prabowo seperti dilansir The Straits Times.

Prabowo akan menantang Presiden Joko Widodo dalam pemilihan presiden pada bulan April (2019) untuk kedua kalinya setelah pilpres tahun 2014.

Ketua Partai Gerindra, 67 tahun, dan pasangannya, Sandiaga Uno, telah menjadikan ekonomi sebagai fokus kampanye mereka.

Dalam wawancara utama dengan Daniel Franklin, editor eksekutif dan diplomatik Ekonom, jenderal pensiunan ini menegaskan pentingnya pemerintahan yang baik untuk memastikan stabilitas dan masyarakat yang bersih, meritokrasi, penting untuk pembangunan dan kemajuan di negara ini.

Dibesarkan di Singapura, Prabowo memuji para pemimpin Singapura dalam menjamin perlakuan yang adil dan menegakkan supremasi hukum.

Dia juga terinspirasi oleh reformasi di Malaysia dan berharap pemilih Indonesia dapat meniru apa yang terjadi di Malaysia, di mana pemerintah koalisi Barisan Nasional yang berkuasa dikalahkan oleh aliansi Pakatan Harapan, yang dipimpin oleh Mahathir Mohamad.

"Kita bisa memiliki perubahan yang damai, kehendak rakyat Indonesia akan didengar dan demokrasi akan terbukti berhasil," katanya.

Selama di Singapura, Prabowo juga bertemu dengan Perdana Menteri Lee Hsien Loong pada hari Senin (26 November) dan mendiskusikan bagaimana kedua negara dapat memperkuat ikatan kuat mereka dan membawa hubungan mereka ke depan. Prabowo akan kembali ke Indonesia pada hari Rabu ini.

Selain Prabowo, politisi Malaysia dan putri perdana menteri negara itu, Anwar Ibrahim, Nurul Izzah, dan co-founder Grab, Anthony Tan, juga berbicara di acara tersebut.

[Video]