Paguyuban Ojol Blitar UNGKAP: Pendemo Prabowo Ojol Gadungan


[PORTAL-ISLAM.ID]  Paguyuban ojek online (ojol) di Blitar tidak pernah tersinggung dengan pernyataan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto.

Penegasan itu disampaikan Wakil Ketua Umum Solidaritas Grab Blitar Raya (SGBR) Harris Assegaf untuk menanggapi aksi yang digelar belasan orang yang mengaku sebagai paguban ojol Blitar.

Mereka berdemonstrasi menuntut ketua umum Gerindra itu meminta maaf karena pernyataannya tentang ojol dianggap melecehkan pengemudi ojol.

"Kami tidak tersinggung dengan perkataan salah satu Capres (Prabowo), kami paguyuban tidak begitu mempersoalkan," ungkap Harris Selasa 27 November 2018.

Harris meminta polisi menyelidiki motif belasan orang yang berdemo dengan mengatasnamakan paguyuban ojek online Blitar itu. Termasuk, meminta polisi untuk menemukan oknum-oknum yang menyewa jaket Grab untuk berdemo.

Sebab, ada beberapa jaket temannya yang disewa oleh oknum dengan alasan ingin berfoto dengan Wakil Bupati Blitar.

"Kami ojek online Blitar Raya tetap netral dalam politik. Kami fokus dalam mencari rezeki. Mereka yang berdemo ojek online gadungan," tegasnya.

‎Pada‎ Senin 26 November 2018 belasan orang yang mengatasnamakan paguyuban ojek online menggelar aksi unjukrasa di dua lokasi, yakni perempatan simpang empat Kanigoro, Kabupaten Blitar dan simpang empat Lovi, Jalan Ahmad Yani, Kota Blitar.

Dari belasan peserta demo, ada enam peserta yang menggunakan atribut jaket Grap saat berdemo. Bahkan para demonstran yang menggunakan jaket Grap menggunakan helm dan penutup wajah saat melaksanakan aksi.

Sumber: RMOL