HAJAR Pendukung Jokowi yang Mendadak Peduli Nasib OJOL Cuma untuk Serang Prabowo, Dr Gunawan Ungkap FAKTA MAKJLEBBB


[PORTAL-ISLAM.ID]
Keprihatinan Calon Presiden Prabowo Subianto kepada nasib para pengemudi ojek online (OJOL) di-spin para pendukung Jokowi. Mulai dari buzzer sampai valeg partai koalisi menyebut keprihatinan Prabowo tersebut sebagai hinaan.

Para pendukung Jokowi itu pun kompak mendadak peduli dengan nasib para pengemudi OJOL.

Kesal dengan ulah para pendukung Jokowi ini, seorang warganet yang berprofesi sebagai doktet ahli urologi pun geram. Rupanya ia kesal melihat kepura-puraan para pendukung Jokowi tersebut.

Bercuit melalui akun twitternya, Dokter Gunawan pun akhirnya menohok para pendukung Jokowi dengan sebuah fakta super makjleb..

Berikut kutipan berita dari TEMPO yang berjudul: "Tagih Janji Jokowi, Besok Ojek Online Akan Geruduk Istana Lagi"

(Link:
https://metro.tempo.co/read/1131845/tagih-janji-jokowi-besok-ojek-online-akan-geruduk-istana-lagi)

Berbagai elemen ojek online yang tergabung dalam Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia akan berunjuk rasa di Istana Merdeka, untuk menagih janji Presiden Jokowi. Demo ojek online itu akan dilakukan besok, Selasa, 2 Oktober 2018.


Presidium Garda Indonesia Igun Wicaksono mengatakan, aksi kali ini dilakukan untuk menagih janji Presiden Jokowi kepada mereka dalam unjuk rasa sebelumnya, Selasa 27 Maret 2018 lalu.

"Saat itu, Presiden Jokowi perintahkan para menteri yang ada di ruangan agar dapat selesaikan permasalahan ojek online dengan perusahaan aplikatornya dan menyelesaikan masalah perang tarif antar perusahaan aplikasi," kata Igun dalam keterangan tertulis, Senin, 1 Oktober 2018.

Igun mengklaim, unjuk rasa besok akan dihadiri oleh ribuan orang. Mereka, kata Igun, akan memenuhi wilayah Jalan Medan Merdeka Barat dan Medan Merdeka Utara untuk menagih janji enam bulan Jokowi yang tak kunjung terpenuhi.

Igun mengatakan, kelompoknya terus dikecewakan oleh perusahaan aplikasi yang arogan dengan menerapkan aturan sendiri. Bahkan, kata Igun, melakukan suspend atau pemecatan pada mitra yang kritis menuntut keadilan dan kesejahteraan.

"Menanggapi hal ini pihak Pemerintah hanya berdiam diri, berlindung di balik tidak ada undang-undang bagi ojol (ojek online)," kata Igun.

Menurut Igun, pemerintah tidak mampu berbuat apa pun dan membiarkan mereka yang menjadi mitra perusahaan aplikasi ojek online menerima perlakuan sewenang-wenang. Mereka, kata Igun, akan menuntut perlindungan pemerintah atas hak yang secara sepihak telah dipotong untuk pajak negara.

--------

Cuitan dokter Gunawan ini mendapat respon dari warganet lain: