UIN Imam Bonjol Padang Beri Gelar Doktor Honoris Causa untuk Ustadz Abdul Somad


[PORTAL-ISLAM.ID] PADANG - “Setuju semuaa?” “Setujuuu!!!” demikian jawaban serentak ribuan mahasiswa dan civitas akademika UIN Imam Bonjol Padang saat Rektor Dr. Eka Putra Wirman meminta persetujuan bahwa UIN IB bakal menganugerahkan gelar Doktor Hc  (Honoris Causa) kepada UAS (Ustadz Abdul Somad, Lc. MA).

Tanya jawab itu berlangsung ketika Rektor UIN Imam Bonjol Padang Dr. Eka Putra Wirman memberikan sambutan dan sekaligus membuka Stadium General Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama yang mendatangkan UAS sebagai nara sumber tunggal dengan tema “Problematika Pemahaman Hadits di Era Milenial”, Kamis pagi (20/09/2018) di GSG Prof. Mahmud Yunus Kampus II Lubuk Lintah Padang.

Rektor UIN IB menjelaskan bahwa sosok UAS dengan segala kesederhanaannya, keluasan dan kedalaman ilmunya, serta kepiawaiannya menyampaikan materi dakwah telah mengantarkan UAS menjadi tokoh nasional yang sangat dibanggakan kaum muslimin. Sampai-sampai didaulat menjadi calon wakil presiden, walau kemudian ditolak secara secara santun. Oleh sebab itu tambah Eka, sangat wajar bila Ketua Senator UIN Imam Bonjol Padang Prof. Dr. Saifullah, MA membisikkan bahwa sudah tiba saatnya UIN Imam Bonjol memberikan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa kepada UAS. Agar rencana itu tidak hanya beredar di level pimpinan saja, maka Rektor sengaja menanyakan langsung kepada hadirin. Jawaban dari lebih 12 ribu mahasiswa dan civitas akademika UIN IB telah didengar pula secara langsung oleh UAS. Artinya yang berkeinginan memberikan gelar kehormatan itu bukan hanya rektor dan ketua senator, melainkan civitas akademika UIN Imam Bonjol, tegas Eka Putra.

Stadium General yang dilaksanakan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama kali ini berlangsung tidak seperti kuliah umum biasanya, yang hanya dihadiri ratusan peserta. Disamping dihadiri Wakil Gebuernur Drs. Nasrul Abit, kehadiran UAS sebagai nara sumber tunggal menjadi magnet yang luar biasa mendatangkan lebih dari lima ribu mahasiswa dan civitas akademika UIN IB.


Humas UIN IB memantau, sejak jam 6 pagi gedung serba guna Prof. Mahmud Yunus sudah penuh sesak oleh hadirin. Sementara di luar, mulai dari depan gedung rektorat sampai ke lapangan parkir juga sudah dipenuhi oleh ribuan mahasiswa. Akibatnya UAS dan Rektor bersama rombongan “terpaksa” masuk melalui pintu belakang gedung, karena jalan di pintu depan sudah padat oleh ribuan manusia. Saat acara berlangsung, panitia terpaksa membuka kedua pintu samping gedung, agar pengunjung yang berada di luar dapat melihat UAS dari jauh. Sepertinya bagi pengunjung dua speaker besar yang ditarok panitia di depan gedung dianggap tidak memadai.

Ustadz Abdul Somad, LC, MA seperti biasa tampil dengan gaya sederhana, namun mengundang pesona dan gelak tawa, memulai orasinya dengan sebuah pantun, yang isinya; "Semula dikira memang kuliah umum, ternyata tetap saja tabligh akbar".

Usai menyampaikan salam penghormatan, UAS yang lulusan S2 Universitas Maroko dengan konsentrasi Hadits, menjelaskan bahwa keberadaan hadits sebagai rujukan ajaran Islam bagaikan dua sisi mata uang dengan al-Qur’an. Al-Qur’an adalah kitab yang sempurna dan lengkap, namun tidak memuat hal hal yang detail,seperti cara, waktu dan bilangan rak’at shalat. Hal hal yang bersifat rinci, terutama dalam ibadah Islam dijelaskan Allah melalui sunnah Rasulullah SAW. Sekalipun pembukuan hadits terjadi ratusan tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad Saw, namun proses periwayatan hadits terjadi demikian ketat, termasuk bila dilihat dari kaca mata ilmiyah. Adanya beberapa kriteria dan tingkatan keshahihan hadits menjadi bukti yang tidak dapat dibantah bahwa para ulama hadits telah bekerja keras dan benar benar menjaga warisan Nabi dengan baik.


UAS juga mengungkapkan harapannya bahwa beberapa tahun ke depan harus ‘lahir’ ilmuan ilmuan muslim hasil didikan UIN Imam Bonjol dan perguruan tinggi agama lainnya di negeri ini. Kehadiran dan perkembangan teknologi infromasi dan komunikasi mestinya dijadikan sebagai media ajar yang mempermudah proses transfer ilmu, baik ilmu pokok pokok agama maupun disiplin ilmu lainnya. UIN Imam Bonjol yang tahun depan akan membuka fakultas Sains dan Teknologi akan menghasilkan sarjana sarjana ilmu umum, namun juga kokohilmu keagamaannya. Pendek kata, lulusan perguruan tinggi agam Islam harus menjadi pencerah di tangah masyarakat dalam berbagai bidang dan aspek kehidupan.

Sebelum mengakhir paparan materi kuliah umumnya, seperti kebiasaannya, UAS menjawab puluhan pertanyaan yang disampaikan hadirin lewat secarik kertas yang dikumpulkan melalui team UAS. Saat menjawab berbagai pertanyaan tersebut semakin nampak keluasan dan kedalaman ilmu seorang UAS. Sebab pertanyaan yang dating tidak hanya brkisar tentang hadits yangmenjadi keahlian akademik UAS, namun juga disiplin ilmu lain dalam agama Islam. Jawaban yang keluar dari mulut UAS mengalir tanpa hambatan, lengkap dengan berbagai referensi secara akademik dan ilmiyah.

Sumber: http://berita.uinib.ac.id/index.php/2018/09/20/uin-ib-bakal-berikan-gelar-doktor-hc-kepada-uas/