Dituduh Victor Nasdem Dukung Kaum INTOLERAN, PKS Kasih BUKTI Apa Itu Toleransi Bukan Sekedar Koar-koar


[PORTAL-ISLAM.ID] Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat di DPR RI, Victor Bungtilu Laiskodat, memberikan pernyataan provokatif dalam acara deklarasi pasangan calon Bupati-Wakil Bupati dalam Pilkada Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (1/8/201) lalu.

Dalam pidato bernada provokatif itu, Victor menuduh 4 partai secara eksplisit Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN sebagai partai pendukung berdirinya “negara khilafah”, pendukung kaum ekstrimis, anti toleransi.

"Ada sebagian kelompok ini yang hari ini mau bikin negara khilafah, dan celakanya, partai-partai pendukungnya itu ada di NTT juga, yang dukung supaya ini kelompok ekstremis ini tumbuh di NTT partai nomor 1, Gerindra, partai nomor 2 itu namanya Demokrat, partai nomor 3 namanya PKS, partai nomor 4 namanya PAN. Situasi nasional ini partai mendukung para kaum intoleran," tuding Victor dalam video yang beredar.

"Mengerti negara khilafah? Semua wajib salat. Semua tidak lagi ke gereja. Mengerti? Negara khilafah tidak boleh ada perbedaan semua harus salat," lanjut Victor.

Omongan ASBUN (Asal Bunyi) Victor ini berlawanan dengan FAKTA.

Salah satunya dibuktikan PKS. Pelayanan PKS kepada warga tak membedakan agama.

Toleransi bagi PKS bukan sekedar teori dan koar-koar, tapi diwujudkan dalam kerja.

Salah satunya mobil ambulance PKS yang melayani warga Katolik.

Pada Jum’at pekan lalu (04/08/2017) mobil ambulance PKS mengantarkan jenazah non-muslim warga RW 07 Kauman Kidul Salatiga yang bernama Maria.

Pihak keluarga Maria sebelumnya menghubungi sekretariat DPD PKS Kota Salatiga guna meminta bantuan mobil ambulance PKS untuk mengantarkan jenazah ke Pemakaman Katolik Santa Faustina Salatiga. PKS pun langsung sigap membantu.

Menurut Ketua DPD PKS Kota Salatiga Latif Nahari, pelayanan yang diberikan oleh PKS kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk syukur sebagai bagian dari bangsa Indonesia tanpa memandang latar belakangnya.

"Alhamdulillah, kami bisa memberikan pelayanan kepada warga Kota Salatiga yang sedang ke-sripahan (meninggal). Ini pelayanan kemanusiaan. Kita tidak perlu banyak bicara bhineka tunggal ika seperti apa, ini yang bisa kita lakukan,” katanya, sebagaimana dilansir laman jateng.pks.id.

INILAH BUKTI TOLERANSI, BHINEKA, DAN PENGAMALAN PANCASILA

Om Victor sepertinya kurang piknik.


Baca juga :