"Mengapa FPI?"


"Mengapa FPI?"

By: Ust. Nandang Burhanudin 

(1) Sejak lama, Indonesia kaya dengan ragam ormas dan pergerakan. Wajar, sebab Islam dan umat Islam adalah peletak dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.

(2) Namun, sejak lama operasi memarjinalkan Islam terus berlangsung. Puncaknya saat Masyumi ditinggalkan NU, hingga aktivis Masyumi menjadi korban kezhaliman rezim.

(3) Kini, peristiwa puluhan tahun lalu terulang kembali. Rezim yang naik dengan 60-an janji, namun yang diproduksi hanya hoax dan aksi teror aparatnya.

(4) Rezim produsen alat utama sistem ketakutan. Al Gore, mantan Wapres AS era Clinton menyebutnya dengan istilah: Politik ketakutan.

(5) Menakut-nakuti rakyat. Menyerang nalar, menggilas logika. Mematikan nurani, memandulkan mata hati. Bahkan aturan konstitusi dilabrak!

(6) Ketakutan melahirkan pemimpin diktator. Main ancam, main gedor. Anda kritis, habis! Korban-korban bergelimpangan. Ada yang diseruduk banteng, ada yang dipolisikan.

(7) Politik ketakutan, dibackup pengusaha jahat dan mafia-mafia besar. Tentu demi sebuah target memuluskan proyek-proyek perbudakan dan penjajahan di era modern.

(8) Hanya kalangan pemberani yang bisa bangkit mengobarkan perlawanan terhadap politik ketakutan. FPI, kini leading memimpin kobaran itu.

(9) Mengapa bukan kalangan politikus atau gerakan Islam yang telah resmi berimigrasi ke dalam sistem? Bukankah mengingatkan rezim di parlemen jauh lebih berefek daripada di jalanan?

(10) Rasulullah saw. menyebutkan penyebabnya, "Kebinasaan bangsa sebelum kalian, ketika kalangan terhormat mencuri, mereka melakukan pembiaran. Namun saat yang lemah mencuri, hukuman hudud dijalankan."

(11) Suka tidak suka, FPI mengambil alih komando. Dulu saya sempat curiga, FPI adalah binaan polisi. Namun dugaan itu pudar, saat melihat fakta yang terjadi.

(12) Di dunia diktator dengan produsen ketakutan tingkat tinggi, sepatutnya merapatkan barisan, menyingkirkan ego siapa yang memegang komando.

(13) Umat Islam merindukan kembali, wajah-wajah Muslim yang tegas dan tegar dalam menyebarkan rahmat bagi semesta alam. Umat membenci kalangan umat bermuka dua.

(14) Umat pun tak suka, sosok-sosok santun pada lawan, tapi garang pada kawan. FPI menginspirasi, nyawa dan harta taruhannya!


Baca juga :