Fahri Hamzah: Kini Saatnya Dunia Islam BANGKIT Membangun Manusia dan Ekonomi


[PORTAL-ISLAM]  Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengajak negara-negara Islam bersikap optimistis dalam menghadapi dinamika global. Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengingatkan negara-negara Islam agar tidak terjebak dalam isu-isu yang diciptakan Barat.

Fahri menyampaikan ajakannya saat berpidato pada Sidang Parlemen Negara-Negara Islam (PUIC-OIC) di Bamako, ibu kota Mali di Afrika, Jumat, 27 Januari 2017. Fahri yang memimpin delegasi Indonesia menyampaikan pidato tentang patgulipat negara-negara maju untuk berbisnis keamanan dan mendikte negara-negara Islam.

Sebagaimana siaran pers Fahri melalui pesan Telegram, legislator asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu menyebut isu tentang strategi negara maju mendikte negara-negara Islam merupakan hal baru yang belum pernah dibahas sebelumnya. Menurut dia, negara-negara Islam jangan mau didikte oleh negara-negara maju yang menggunakan isu keamanan dan terorisme.

“Kita harus berhenti menari dengan irama yang diatur orang lain. Kita harus kembali kepada kepercayaan diri pada narasi dan pesan dasar Islam, yaitu salam atau perdamaian,” ujar Fahri di hadapan para delegasi PUIC OIC dari 41 negara.

Lebih lanjut Fahri mengatakan, dunia Islam dalam dua dekade terakhir terus disibukkan oleh isu dan bisnis keamanan dunia. “Isu keamanan ini adalah bisinis negara negara maju, itulah cara terakhir bagi kapitalisme untuk bertahan dengan cara menebar kecemasan padahal di belakang itu mereka menjual senjata,” katanya.

Akibatnya, kata Fahri, umat Islam tak sempat mengurus manusia dan peradaban karena disibukkan isu yang didikte negara-negara maju. Peradaban Islam mundur dan hancur di mana-mana.

Karenanya, Fahri menegaskan hal itu harus dihentikan.

“Saatnya kini dunia Islam bangkit membangun manusia, membangun ekonomi, mencerdaskan kembali masyarakat dengan membangun sekolah-sekolah terbaik. Pertemuan negara-negara Islam harusnya kita jadikan sebagai ruang untuk membangun blok ekonomi baru dunia,” tuturnya.

Selain itu Fahri juga mengatakan, Islam sarat dengan pesan damai. Menurutnya, Islam juga menyodorkan resolusi konflik sebagaimana pernah diterapkan Nabi Muhammad di tengah suku-suku di Mekkah yang sangat primordial.

Baca juga :