Fahri: Anda Percaya Saya, Jokowi Bisa Tak Jadi Capres


[PORTAL-ISLAM.ID] Politikus Partai Keadilan Sejahtera, Fahri Hamzah menilai, Prabowo Subianto lebih mudah menentukan calon wakil presiden ketimbang Joko Widodo. Sebab, Jokowi lebih sulit mencari titik temu di antara partai koalisi.

"Saya membaca Pak Jokowi paling sulit mencari titik temu, Anda percaya saya. Saking sulitnya, bisa-bisa Pak Jokowi enggak dapat kursi (capres), seperti prediksi saya. Prediksi saya belum berubah. Anda kira di Pak Jokowi ini gampang, enggak gampang," kata Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Jumat 3 Agustus 2018, seperti dikutip VIVA.co.id.

Ia menambahkan, apalagi jika Jusuf Kalla tak boleh menjadi cawapres lagi, ia memprediksi koalisi Jokowi bisa bubar. Berbeda dengan yang terlihat saat rapat di Istana Bogor seakan memakai jaket dan gagah.

"Tapi belum jelas barang itu bos (pertemuan yang di Istana -red). Siapa bilang jelas. Kalau Pak Prabowo udah jelas, dia dapat satu kursi, satu tiket, dia maju. Kasarnya, Pak Prabowo itu, Gerindra itu, dengan Demokrat dapat, masalahnya Prabowo itu bisa neken (tanda tangan sebagai Ketua Umum Gerindra), tinggal panggil Muzani (Sekjen), teken, cekrek, dapat sudah," kata Fahri.

Berbeda dengan Jokowi yang tak bisa 'meneken', karena Jokowi bukan ketua umum partai. Ia menambahkan, tak satu pun berkas pemilu diteken Jokowi. Kecuali tanda tangan bersedia dicalonkan.

"Dalam hal itu Pak Jokowi perlu dua partai, minimal kalau PDIP dan Golkar mau. Kalau PDIP Golkar pecah, bubar bos. Karena partai lain itu enggak cukup, ada gabung Partai Nasdem, Hanura, PPP, ini belum cukup nih, kalau empat baru cukup," pungkasnya. (VIVA)