Gatot Nurmantyo: Kalau Sekedar Membangun Infrastruktur, Penjajah pun Bikin Jalan

[Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmayanto di acara Diskusi Serial Untuk Edukasi Pemilih di Jakarta. Selasa (24/7). Pada acara yang digagas oleh Universitas Indonesia dan Aliansi Kebangsaan itu, Gatot Nurmayanto menjadi narasumber diskusi. foto : Dhanny Krisnadhy/ANC Photo]

[PORTAL-ISLAM.ID] Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo memberikan komentar terkait menggeliatnya pembangunan infrastruktur era pemerintahan Joko Widodo. Namun, itu perlu dilihat dari aspek lain sehingga tak hanya memprioritaskan infrastruktur seperti jalan dan jembatan.

Gatot memberikan pernyataannya lewat akun resmi Twitternya, @Nurmantyo_Gatot. Ia menulis beberapa cuitan dengan judul 'Mimpiku, Bangun Jalan Saja Tidak Cukup'.

"Membangun infrastruktur seperti jalan dan jembatan adalah hal penting tapi itu saja tidak cukup. Penjajah pun membangun jalan. Jalan dan jembatan harus dipastikan bisa bermanfaat bagi penduduk lokal dan memacu pertumbuhan ekonomi," kata Gatot, Minggu (29/7/2018).

Gatot menekankan pembangunan infrastruktur harus cermat dengan skala prioritas. Bagi dia, infrastruktur tak bisa bermanfaat tanpa disertai pusat ekonomi yang bisa dirasakan dampaknya untuk masyarakat.

"Pembangunan infrastruktur harus benar-benar dihitung, mana yang didahulukan, mana yang diprioritaskan. Infrastruktur juga tidak bisa berdiri sendiri tetapi dibangun bersama-sama dengan pusat kegiatan ekonomi. Jadinya, masyarakat bisa cepat merasakan manfaatnya," jelas eks Kepala Staf TNI AD itu.

Membangun infrastruktur seperti jalan dan jembatan adalah hal penting. tapi itu saja tidak cukup. Penjajah pun membangun jalan. Jalan dan jembatan harus dipastikan bisa bermanfaat bagi penduduk lokal dan memacu pertumbuhan ekonomi.

Dia pun mencontohkan seperti pembangunan jalan di Papua. Menurutnya, usai dibangun perlu disertai adanya perkebunan dan pertanian.

"Kalimantan dan Papua misalnya, telah dibangun jalan. Tapi setelah jalan terbangun, perlu ada perkebunan dan pertanian sebagai embrio perekonomian baru (sehingga jalan bermanfaat)," tuturnya.