Subhanallah.. Kisah Nyata Sang Bunda Melanjutkan Tugas Sang Putri "Razan An-Najjar" Yang Gugur Ditembak Israel


[PORTAL-ISLAM.ID] Ini bukan cerita dongeng di negeri 1001 malam, ini kisah nyata seorang Bunda dan Ananda tercinta di bumi Gaza.

Sang putri, Razan an Najjar (21) relawan Tim Medis Palestina gugur syahid diterjang peluru sniper tentara Zionis Israel pada Jum'at 16 Ramadhan 1439 (1 Juni 2018). Syahidah Razan gugur saat berjibaku menolong korban para demonstran yang terluka di perbatasan Gaza.

Sepekan berlalu. Jum'at 23 Ramadhan 1439 (8 Juni 2018), Sang Bunda, Shabirin an Najjar (45) melanjutkan tugas mulai sang putri tercinta.

Mengenakan pakaian putih (pakaian tim medis) milik almarhumah puterinya yang penuh bekas darah saat terkena tembakan di dadanya, Shabirin an Najjar terjun di garis depan merawat korban luka dalam aksi damai pawai kepulangan akbar di perbatasan Timur Khanyunis, Gaza Selatan, yang hingga kini terus berlangsung sejak awal mulai pada 30 Maret silam.

Shabirin an Najjar saat berada di kemah tim medis dekat perbatasan Timur Khanyunis mengatakan kepada kantor berita Turki Anadolu, “Saya hadir hari ini untuk menyempurnakan tugas puteriku Razan, bekerja untuk kemanusiaan memberikan pengobatan bagi korban luka.”

“Pesan Razan merupakan aksi kemanusiaan yang harus berlanjut, dan saya akan melanjutkan tugasnya selagi masih ada kesempatan, untuk memberikan perawatan bagi korban luka sampai akhir aksi pawai kepulangan akbar.”

“Saya baru menyadari kenapa Razan teguh dalam tugasnya, karena ini merupakan tugas kemanusiaan, membantu korban luka.”

Sehari sebelumnya, kementerian kesehatan Palestina merilis korban meninggal mencapai 4 orang termasuk seorang bocah, dan korban luka mencapai 618 orang, akibat tembakan peluru Israel di dekat pagar pemisah keamanan, saat aksi damai pawai kepulangan akbar, di perbatasan Timur Gaza.

Sejak pagi hari, ribuan warga Palestina menuju kemah kepulangan, untuk berpartisipasi dalam aksi damai pawai kepulangan di Jumat ke 11, dengan tema “Sejuta Umat untuk al-Quds”, memperingati 51 tahun Naksah Palestina (Perang Juni 1967) (PIP)

[video]