#DiaSibukKerja Tapi PLN, Pertamina dan Garudi Merugi TRILIUNAN, Wasekjen MUI: Minta 2 Periode.. Mimpi Buruk!


[PORTAL-ISLAM.ID]  Mendekati tahun pergantian Presiden 2019 mendatang, PT PLN (Persero) justru mencatatkan kerugian sebesar Rp 6,49 triliun pada kuartal I 2018.

Kinerja keuangan PLN mengalami penurunan dibanding kuartal I 2017 yang berhasil meraup laba bersih Rp 510,17 miliar.

Dikutip dari kumparan, diketahui laporan keuangan PLN untuk periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2018 dan 2017, jumlah beban usaha PLN naik menjadi Rp 70,35 triliun dari Rp 60,63 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Hal yang sama juga dialami oleh PT Pertamina dan PT Garuda Indonesia.

 PT Pertamina (Persero) mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 5,5 triliun. Hal tersebut disebabkan oleh penyaluran Solar dan Premium.

Direktur Pemasaran Pertamina Muchamad Iskandar mengatakan kerugian tersebut terjadi pada periode Januari hingga Februari 2018.

"Total loss kita sampai Februari ini total kerugian Solar yang paling gede, di Premium kan sudah mencapai dua bulan nih Januari, Februari Rp 5,5 triliun," katanya di DPR, Jakarta, Selasa 10 April 2018.

Sedangkan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) sepanjang 2017 mencatatkan kerugian sebesar US$ 213,4 juta atau setara Rp 2,88 triliun. Kondisi ini berbanding terbalik dengan capaian perseroan di 2016 yang masih berhasil meraup laba sebesar US$ 9,4 juta atau sekitar Rp 126,9 miliar.

"Memang untuk laba di kuartal IV 2017 saja juga lebih rendah dari kuartal IV 2016 yang mampu membukukan laba lantaran melakukan efisiensi dari karyawan," tutur Dirut Garuda Pahala N Mansury di Kantor Garuda Indonesia, Kebon Sirih, Jakarta, Senin 26 Februari 2018.

Fenomena kerugian yang melanda perusahaan-perusahaan ini tentu berbanding terbalik dengan tagar yang saat ini digembor-gemborkan pendukung Jokowi, yaitu tagar #DiaSibukKerja.

Hal ini akhirnya dijadikan sorotan oleh Wakil Sekretaris Jendral Majelis Ukama Indonesia (MUI) Ust. Tengku Zulkarnain.